DENPASAR, kanalbali.id – Seorang pemuda bernisial KBAS (25) menjadi korban penganiayaan di Jalan Akasia, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali, Rabu (31/12).
Korban dianiaya ketika menegur sekelompok remaja yang bermain perang petasan dan mengganggu bayi yang sedang tidur.
“Korban terluka akibat benda tajam. Saat ini pelaku dalam proses penyelidikan dan korban sedang dirawat di RSAD Denpasar untuk mendapatkan perawatan dan rencana akan dilakukan operasi,” kata Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, Jumat (2/1) sore.
Kronologisnya, korban saat itu sekitar pukul 19.00 WITA, sedang membeli makan di samping indekos temanya. Lalu, korban melihat pemilik warung menegur sekelompok remaja yang sedang bermain kembang api dan saling tembak-tembakan kembang api.
Pemilik warung menegur para remaja, karena
ada balita yang sedang tidur. Kemudian korban mencoba membantu menegur para remaja itu dengan kalimat,”Jangan bermain kembang api di sini karena ada balita di sini”.
Kemudian, situasi memanas karena salah satu remaja menantang korban berkelahi.
“Korban tersulut emosi mendorong terduga pelaku. Kemudian terduga pelaku menantang korban untuk berkelahi. Dan, terduga pelaku lari dengan membawa petasan,” imbuhnya.
Selanjutnya, korban kembali ke indekos teman korban untuk beristirahat. Namun, saat di indekos tiba-tiba datang sekelompok orang mengetuk pintu rumah kos tersebut. Dan, sekelompok orang yang tidak dikenal korban secara tiba-tiba memukul dengan menggunakan tombak dan besi.
“Korban mencoba menangkis dan keluar rumah kos untuk menyelamatkan diri. Namun korban dikejar sampai depan warung dan studio tato,” imbuhnya.
Korban saat itu telah diketahui berlumuran darah oleh temannya saat kembali ke indekos. Dan, meminta tolong agar diantar ke rumah sakit, korban mengalami luka di tangan kanan, luka telapak tangan kanan, luka pada tangan kiri, luka di perut di atas kemaluan.
“Untuk selanjutnya (peristiwa ini) masih didalami oleh Polresta Denpasar,” ujarnya.
Pengeroyokan di Pantai Lovina
Peristiwa penganiayaan terjadi saat perayaan malam tahun baru 2026, di kawasan Pantai Lovina, tepatnya di Jalan Binaria, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, pada Kamis (1/1) sekitar pukul 00.30 WITA.
Dalam peristiwa itu, seorang pria berinisial KS (33) menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal saat merayakan malam pergantian tahun bersama keluarganya.
“(Korban) sudah kami periksa dan melaksanakan visum. Selanjutnya akan melakukan penyelidikan (untuk para pelaku),” kata Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, Jumat (2/1).
Kronologisnya, pada Kamis (1/1) sekitar pukul 00.30 WITA, korban sedang merayakan malam pergantian tahun bersama enam anggota keluarganya di kawasan Pantai Lovina.
Saat itu, korban menyalakan kembang api atau petasan. Lalu, petasan itu patah dan petasan itu mengarah ke pantai. Setelah Itu, ada warga sekitar protes terhadap korban, sehingga terjadi adu mulut antara korban
dan warga sekitar.
Setelah terjadinya perdebatan itu, korban pergi menuju parkiran kendaraan dan akan kembali pulang. Tetapi, secara tiba-tiba datang sekelompok orang melakukan aksi pengeroyokan terhadap korban yang mengenai mulut bagian kiri atas korban dan mengalami pendarahan.
“Kemudian korban berlari menuju kendaraan. Dan pergi menuju Rumah Sakit Parama Sidhi, Untuk mendapatkan penanganan. Lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Buleleng,” ujarnya. (kanalbali/KAD)


