BADUNG, kanalbali.id – Seorang pemuda bernisial MKA (21) asal Kabupaten Buleleng, Bali, ditemukan tewas setelah diduga melompat di Jembatan Tukad Bangkung, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat (2/1) sekitar pukul 06:32 WITA.
Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan dugaan bunuh diri ini dengan cara menceburkan diri atau melompat di Jembatan Tukad Bangkung.
“Dan korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Aiptu Ayu, Jumat (2/1) siang.
Peristiwa itu, diketahui setelah adanya informasi dari masyarakat ke anggota Polsek Petang bahwa telah ditemukan sepeda motor merk Yamaha Lexy berwarna biru, dengan pelat nomor DK 2115 AEX terparkir di atas Jembatan Tukad Bangkung.
Setelah mendapatkan informasi itu, kepolisian menuju ke TKP dan mengecek indentitas pemilik kendaraan dan didapatkan informasi bahwa pemilik kendaraan adalah korban. Dan, terakhir mengirimkan pesan kepada orang tuanya pada Jumat (2/1) pukul 03.00 WITA, serta pada chat whatsapp berisikan lokasi korban berada.
Selanjutnya, kepolisian dan masyarakat sekitar melakukan pencarian di bawah Jembatan Tukad Bangkung. Lalu pada pukul 07.51 WITA telah ditemukan di bawah jembatan sebelah selatan dalam keadaan meninggal dunia.
Kemudian, jenazah dilakukan evakuasi dan sampai ke atas jembatan pukul 10:15 WITA. Dan jenazah dibawa mobil ambulans ke Rumah Sakit Mangusada Kapa, Kabupaten Badung, untuk dilakukan autopsi.
Hasil olah TKP, Indentifikasi Polres Badung bersama tim kesehatan Puskesmas Petang, tangan kanan mengalami luka gores, pada badan terdapat luka lecet, hidung dengan telinga mengeluarkan darah, benturan Kkepala belakang sebelah kanan, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
Untuk barang bukti yang ditemukan di TKP, 1 buah sepeda motor merk Yamaha Lexy berwarna biru dengan plat tidak terpasang, 1 buah pelat ditemukan dibawah jok motor dengan nopol DK 2115 AEX, 1 buah tas, 1 buah helm, 1 buah handphone, 1 buah powerbank dengan kabel, 1 buah dompet berisi uang tunai sebanyak Rp 235.000 dan kelengkapan identitas.
Selain itu, ditemukan ketikan pada whatsapp handphone korban yang berisi pesan kepada orang tua untuk meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat.
“Untuk motifnya, secara jelas belum diketahui. Namun berdasarkan isi pesan whatsapp korban dengan orang tua diduga ada permasalahan keluarga,” ujarnya. (kanalbali/KAD)


