DENPASAR, kanalbali.id – Yayasan Kertas Budaya Indonesia akan kembali menghadirkan pementasan teater modern Tubuh yang Menari dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026.
Pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, pukul 17.00 Wita, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar.
Bupati Adi Arnawa Hadiri Rakor Monitoring Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos di Kemendagri
Disutradarai Nanoq da Kansas, pementasan ini merupakan adaptasi dari novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini, dengan naskah adaptasi ditulis Sasti Gotama. Melalui pendekatan teater tubuh yang eksperimental, Tubuh yang Menari mengangkat pergulatan perempuan Bali dalam menghadapi persoalan cinta, kasta, tradisi, dan kebebasan memilih jalan hidupnya.
Berbeda dari pementasan sebelumnya, produksi kali ini diperankan oleh Kadek Chintya Ayu Bestari, Ni Putu Ayu Puspita Dewi, dan Putu Galang Andika Pratama. Galang menggantikan Kanahaya Elang Semesta yang tampil dalam produksi terdahulu. Pementasan juga mendapat dukungan dari Teater Solagracia SMAN 1 Negara dan Teater Tanpa Nama SMAN 2 Negara.
Sutradara Nanoq da Kansas mengatakan, Tubuh yang Menari tidak semata menghadirkan kisah yang diangkat dari karya sastra, melainkan menawarkan pengalaman teater yang bertumpu pada bahasa tubuh sebagai medium utama penyampaian makna.
“Di panggung ini, tubuh bukan sekadar alat untuk memerankan tokoh, tetapi menjadi bahasa yang berbicara tentang pengalaman perempuan, tentang tradisi, dan tentang kebebasan. Kami ingin penonton tidak hanya memahami cerita, tetapi juga merasakannya,” ujarnya.
Pementasan ini memiliki rekam jejak penting dalam perjalanan teater Bali. Pada 2025, Tubuh yang Menari dipentaskan oleh Bali Eksperimental Teater (BET) dalam Festival Teater Indonesia (FTI) 2025 di Medan, Sumatera Utara. Saat itu, pertunjukan mendapat apresiasi karena berhasil menghadirkan eksplorasi artistik yang memadukan gerak tubuh, musik, dan visual panggung menjadi pengalaman teater yang kuat secara estetis maupun emosional.
Keikutsertaan dalam Festival Seni Bali Jani VIII menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali karya tersebut kepada publik Bali dengan sejumlah pembaruan artistik, termasuk komposisi pemain yang baru. Meski demikian, semangat utama pertunjukan tetap dipertahankan, yakni menjadikan tubuh sebagai ruang ekspresi yang mampu menyampaikan persoalan-persoalan kemanusiaan secara mendalam.
Sebagai kelompok seni yang berakar di Negara, Jembrana, Yayasan Kertas Budaya Indonesia terus berkomitmen mengembangkan teater eksperimental yang berpijak pada realitas sosial dan kebudayaan Bali. Melalui Tubuh yang Menari, kelompok ini mengajak masyarakat melihat kembali berbagai persoalan yang dihadapi perempuan Bali melalui bahasa artistik yang puitis, reflektif, dan penuh energi.
Pementasan ini terbuka bagi masyarakat umum, pegiat seni, mahasiswa, pelajar, dan para pencinta teater yang ingin menyaksikan salah satu karya teater modern dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026. (kanalbali/RLS)


