Pesona Lukisan Impresionis dari Turki di Art Xchange Gallery Canggu

Perupa Turki Halime Türkyılmaz bersama karya yang dipamerkan di Art Xchange Gallery mulai 29 Juli hingga 12 Agustus 2026 - IST
Perupa Turki Halime Türkyılmaz bersama karya yang dipamerkan di Art Xchange Gallery mulai 29 Juli hingga 12 Agustus 2026 - IST

CANGGU, kanalbali.id – Hamparan kebun teh terbentang luas dan membentuk imajinasi tentang putaran-putaran kehidupan. Di tengahnya sebuah pohon rindang menjulang dengan warna daun yang merah merona menciptakan kontras dengan suasana di sekitarnya.

Terlihat pula para perempuan pemetik teh dalam busana tradisional Turki.

 Lukisan itu adalah satu dari sepuluh karya perupa Turki Halime Türkyılmaz yang dipamerkan di Art Xchange Gallery mulai 29 Juli hingga 12 Agustus 2026 nanti.

 Seluruh karya dirangkai dalam tema “The Heart of The Land”. Namun pendekatan dalam melukiskan alam bersifat impresionis dimana lanskap perkebunan atau pun pepohonan tak sesuai dengan bentuk aslinya.

 Kesan dekoratif bisa jadi awalnya muncul dalam pandangan pertama terhadap karya-karya itu. Tetapi permainan warna dan tekstur lukisan yang berlapis-lapis membuat seakan memiliki kedalaman makna.

 Penggunaan teknik dot dalam proses berkarya juga memberikan ciri yang unik. Halime menggunakan jarum suntikan untuk membuat lingkaran-lingkaran kecil yang dia teteskan satu persatu dengan mengatur tempo dan jarak antar satu dengan yang lain.

 “Satu lukisan bisa selesai dalam satu bulan,” sebutnya dalam wawancara Rabu (29/7/2026). Hal itu tak mengganggu produktivitasnya karena dalam saatu waktu dia biasa meengerjakan lukisan dalam 5 kanvas yang berbeda.

Ki-ka; Pengamat seni dari Turki, Cem Bülent Ünal, Perlukiis Halime Türkyılmaz dan pemilik Art Xchange Gallery Benny Oentoro pada jumpa pers, 29 Juli 20206 - IST
Ki-ka; Pengamat seni dari Turki, Cem Bülent Ünal, Perlukiis Halime Türkyılmaz dan pemilik Art Xchange Gallery Benny Oentoro pada jumpa pers, 29 Juli 20206 – IST

 Menurut pengamat seni dari Turki, Cem Bülent Ünal yang memfasilitasi pameran itu, Halime adalah salah-satu perlukis kontemporer Turki yang terdepan pada saat ini. Karya-karya perupa kelahiran 1987 itu telah dipamerkan di Eropa selain di negaranya sendiri.

 Dia mencoba untuk memperkenalkan karya itu ke publik yang lebih luas di Benua Asia dan Bali di Indonesia menjadi negara pertama yang ditujunya. “Kami ingin menjalin hubungan dengan seniman dan para peminta seni rupa disini,” kata penggagas McArt.ist di Istanbul, sebuah proyek untuk menciptakan pusat inkubasi seni pertama di Turki.

 Sementara pemilik Art Xchange Gallery, Benny Oentoro mengungkap, dirinya sudah lama mengenal Cem Bülent Ünal sejak pertemuan pertama di tahun 2014. Mereka memiliki pandangan yang sama bahwa seni memiliki kemampuan unik untuk menghubungkan berbagai budaya, komunitas, dan insan kreatif lintas batas.

BACA JUGA: Menyusuri Dunia Kanak-kanak dalam Lukisan Budi Asih

 Dari komunikasi yang terjadi, akhirnya mereka sepakat untuk bekerjasama untuk saling mempromosikan perupa lintas negara dimana nantinya karya perupa Indonesia juga akan dipamerkan di Turki. “Itu hal yang sangat penting agar tidak hanya menjadi jago kandang tapi juga dikenal oleh bangsa-bangsa lain,” sebutnya.

 Proyek pameran kal ini, menurutnya, menandai dimulainya kolaborasi internasional jangka panjang yang didedikasikan untuk memperkuat dialog budaya, mendukung seniman pendatang baru maupun yang telah mapan, serta menciptakan peluang baru bagi pertukaran artistik antarwilayah di dunia.

 Pameran ini juga menjadi inisiatif pratinjau penting menuju ajang McArt Awards 2026 mendatang, sebuah platform internasional yang dirancang untuk mempertemukan seniman, kurator, galeri, kolektor, dan institusi budaya dari seluruh dunia.

 Bagi Art Xchange Gallery, pameran ini menandai kebangkita kembali galeri ini setelah sempat berpindah lokasi yang sebelumnya berada di area Bypass Ngurah Rai, Sanur. “Tentu akan ada banyak perupa yang kita undang untuk menampilkan karyanya disini dari berbagai aliran dan genre yang ada,” tegas Benny. (Kanalbali/RFH)

 

 

Apa Komentar Anda?