Universitas Warmadewa Jajaki Kuliah Lapangan di Shrimp Hatchery Banyuwangi

DENPASAR,  kanalbali.id  — Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa (FPST Unwar), Bali, menjajaki kerja sama melalui kuliah lapangan di Shrimp Hatchery Banyuwangi, dan Wisata Edukasi Duta Pengangguran, Jawa Timur.

Hal ini menjadi bagian dari penyelarasan kurikulum akademis dengan kebutuhan dunia industri sebagai penerapan Outcome-Based Education (OBE).

 Penjajakan ini rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang diikuti oleh mahasiswa. Mereka diharapkan mendapatkan pemahaman langsung mengenai dinamika serta standar operasional di industri perikanan dan budidaya modern secara langsung di perusahaan, serta memahami pertanian anggur dari hulu ke hilirnya.

 Melalui siaran persnya, 30 Juli 2026, Dekan FPST Unwar, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini dirancang untuk menjembatani teori yang didapat mahasiswa di ruang kuliah dengan praktik profesional di lapangan. Melalui penjajakan kerja sama ini, pihaknya berharap dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

 “Kunjungan serangkaian Kuliah Kerja Lapangan ini kami lakukan untuk mengenalkan mahasiswa secara langsung pada kondisi industri. Kami berharap penjajakan ini menjadi awal kerja sama yang berlanjut, di mana mahasiswa dapat belajar melalui program magang, Praktik Kerja Lapangan (PKL), maupun bentuk pendidikan lapangan lainnya,” ujar Luh Suriati.

 Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan praktis seperti KKL dan magang industri merupakan instrumen penting untuk meningkatkan keterampilannya (skills) agar siap bersaing setelah lulus. Hal tersebut sekaligus menjadi wujud konkret implementasi kurikulum berbasis OBE yang berfokus pada capaian pembelajaran dan kesiapan kerja lulusan.

 Menanggapi inisiatif tersebut, Deputy Head Shrimp Hatchery, PT Suri Tani Pemuka (Japfa Group) Banyuwangi, Fikron Ishaqi, menyatakan perusahaan selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi dari mana pun.

 “Kami selalu terbuka untuk menjalin kerja sama, terutama dalam mendukung pengembangan pendidikan. Hatchery kami rutin menerima kunjungan serta peserta magang dan PKL dari berbagai perguruan tinggi. Durasi program di sini biasanya berkisar antara 3 hingga 6 bulan,” jelas Fikron.

 Ia berharap kehadiran mahasiswa FPST Unwar merupakan peluang memperluas jejaring.

 Hal tersebut juga diungkapan Manager Wisata Edukasi Duta Pengangguran, Dwi Supriyanto, dalam siaran pers Unwar. Ia sepakat pentingnya ekosistem pembelajaran pertanian terpadu.

 Menurut ​Dwi, tantangan sektor pertanian saat ini adalah masih banyaknya pelaku usaha yang belum memahami tata kelola secara utuh. Wisata edukasi yang dikelola sejak 1 Januari 2025 tersebut, pembelajarannya mencakup pembuatan media tanam, pemupukan, hingga penerapan sistem pertanian terintegrasi (integrated farming) anggur maupun tanaman hortikultura lainnya. (KanalBali.id/RLS/AYS)

Apa Komentar Anda?