Cegah Cacingan dan Zoonosis, Mahasiswa KKN UGM Kembara Tegallalang Edukasi Warga

GIANYAR, kanalbali.id – Tim KKN-PPM UGM Kembara Tegallalang menggagas program pencegahan cacingan pada anjing di Desa Kedisan dan Desa Pupuan, Kabupaten Gianyar. Program ini menyasar langsung rumah-rumah warga dengan metode door to door.

Langkah ini berangkat dari hasil survei awal tim. Vaksinasi rabies dari pemerintah sudah rutin dilakukan dan cukup dikenal warga. Namun, pemberian obat cacing belum menjadi kebiasaan. Pemahaman warga tentang helminthiasis atau penyakit akibat cacing juga masih rendah.

Padahal hampir setiap rumah di dua desa itu memelihara anjing. Banyak di antaranya dibiarkan berkeliaran bebas. Kondisi ini meningkatkan risiko penyebaran parasit. Infeksi cacing bisa menyebabkan diare, muntah, bulu kusam, anemia, hingga gangguan pertumbuhan pada anak anjing. Beberapa jenis cacing juga bersifat zoonosis dan dapat menular ke manusia melalui kontak langsung.

Edukasi Sekaligus Bagikan Obat Cacing

Untuk mengatasi hal itu, mahasiswa KKN turun langsung ke lapangan. Mereka mendatangi rumah warga satu per satu untuk memberikan sosialisasi. Pendekatan personal dipilih agar pesan lebih mudah diterima dan warga bisa berkonsultasi tentang kondisi hewan peliharaannya.

Dalam edukasi tersebut, mahasiswa menjelaskan jenis cacing pada anjing, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, serta pentingnya pemberian obat cacing secara rutin. Tim juga membagikan obat cacing gratis dan membantu proses pemberiannya.

Tak hanya itu, warga juga diberi pakan basah dan minyak ikan sebagai suplemen. Minyak ikan diketahui bermanfaat menjaga kesehatan kulit dan bulu, mendukung kesehatan jantung dan otak, menunjang kesehatan sendi, serta meningkatkan sistem imun anjing.

“Pemberian obat cacing rutin bermanfaat membasmi dan mencegah infeksi, menjaga kesehatan pencernaan, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, dan menurunkan risiko penularan ke hewan lain maupun manusia,” jelas Aldo, salah seorang anggota tim.

Warga Antusias dan Terbuka

Selama kegiatan, warga menunjukkan respon positif. Mereka aktif bertanya tentang gejala yang pernah muncul pada anjingnya dan cara perawatan yang tepat. Banyak warga baru menyadari bahwa selama ini pemberian obat cacing belum menjadi rutinitas.

Diskusi berlangsung hangat dan komunikatif. Mahasiswa menyampaikan materi dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami sesuai keseharian warga dalam memelihara hewan.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal menumbuhkan kesadaran One Health di masyarakat. Konsep ini menekankan bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan adalah satu kesatuan yang saling terkait.

Melalui intervensi langsung ini, Tim KKN-PPM UGM Kembara Tegallalang berharap pemberian obat cacing secara berkala bisa menjadi kebiasaan baru warga. Tujuannya untuk mewujudkan hewan peliharaan yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih bersih di Desa Kedisan dan Desa Pupuan. ( kanalbali/RLS )

Apa Komentar Anda?