Manfaatkan Peluang Go Digital di Masa Pandemi

pixabay by mohamed_hassan

PANDEMI yang sudah berjalan genap 2 tahun ini memaksa setiap orang untuk melakukan perubahan dan interaksi sosial sehari-hari.

Banyaknya pembatasan mobiltas manusia memang mempersulit ruang gerak dalam bekerja, sekolah dan lainnya. Namun begitu, menurut Chyntia Andarinie Founder Mom Influencer Indonesia dalam Webinar Literasi Digital yang digelar Kemkominfo dan Siberkreasi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa 12 Oktober 2021, segala pembatasannya ini jangan menjadi hambatan.

“Walaupun ada keterbatasan bukan berarti kita tidak bisa melakukan apapun. Karena pandemic ini bisa jadi adalah sebuah tantangan agar bagaimana bisa bertahan,” ujar Chyntia dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.

Upaya bertahan di masa pandemi ini telah dibuktikan oleh UMKM yang tengah berproses go digital. Seperti yang dibeberkan banyak survei bahwa di masa pandemic ekonomi digital tumbuh positif 38% dan terjadi penambahan lebih dari 2 juta UKM masuk ke ekosistem digital.

Banyak manfaat yang didapat saat UMKM go digital diantaranya bisa menjangkau pasar yang lebih lua, biaya operasional lebih rendah dan UMKM menjadi lebih professional.

“Selain beralih ke digital, maka budget pemasaran bisa diatur sesuai kebutuhan. Misalnya yang punya Facebook biasanya akan melihat ada iklan iklan sponsor sponsor iklan yang muncul di Facebook itu adalah bentuk dari pengaplikasian strategi pemasaran di media sosial Facebook yang bisa juga teman-teman pakai untuk mempromosikan usaha teman-teman,” jelasnya lagi.

Sehingga kita tinggal memasang iklan di medsos sehingga orang lain bahkan yang tidak follow sekalipun bisa melihat postingan kita dan budgetnya bisa diatur.

Mempertahankan Eksistensi UMKM di Masa Pandemi

Untuk memulai beriklan di digital, hal awal adalah dengan menentukan tempat beriklan yang paling sesuai dengan jenis usaha. Kalau misalnya ingin berjualan baju larisnya di shopee misalnya. Karena di marketplace ini ada fitur free ongkir atau biasanya ada promo diskon diskon potongan harga yang lumayan.

Selain itu barulah menentukan tempat berikan untuk UMKM semisal bisa di Website yang isinya adalah informasi lengkap yang bisa diakses dengan mudah tanpa aplikasi . Namun biaya pembuatannya lebih mahal karena harus mengeluarkan budget pemeliharaan dan update secara berkala.

Juga bisa dipergunakan media sosial yang memiliki karakteristik jangkauan luas, biayanya mulai dari Rp 0 tapi harus rutin update konten dan interaksi dengan followers. Dan butuh aplikasi tambahan untuk mengakses media sosial seperti Instagram Twitter dan Facebook.

Ada juga tempat berpromosi di E-commerce dengan jangkauannya luas, biayanya mulai dari Rp 0, sistemnya sudah tersedia serta foto aplikasi tambahan seperti Tokopedia seller grab merchant dan sebagainya.

Ia juga menyarankan jika ingin berpromosi di blog atau website pribadi sebaiknya tidak langsung mempromosikan produk tapi unggah konten yang mengkaitkan dengan aktivitas hari-hari yang kita punya.

Sementara promosi melalui media sosial Instagram, kita bisa mengupload foto fotonya di media sosial dan kita cantumkan informasi yang jelas. Lalu ada kontak personnya yang juga untuk  mempermudah orang-orang untuk menghubungi. Selain itu kita bisa manfaatkan Instagram Twitter maupun Facebook.

Selain Chyntia juga hadir pembicara lainnya yaitu Gazzir S.Pd, Sekretaris PGRI Lombok Barat dan Kepala SMPN 4 Lingsar NTB, Ika Febriana Habida, CX Manager dan Wicha Riska seorang Public Figure sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.