Asosiasi Wirausaha Inklusif Gelar Regenerasi Lewat Internship Batch 1.0

DENPASAR, kanalbali.id –  Asosiasi Wirausaha Inklusif Indonesia (AWINDO) resmi memulai fase baru regenerasi organisasi melalui kegiatan Offboarding Volunteer dan Onboarding Internship Batch 1.0 yang digelar secara daring, Senin.

Acara yang berlangsung melalui Zoom Meeting pada pukul 19.30 WIB tersebut menandai berakhirnya masa tugas volunteer periode September-Desember 2025, sekaligus dimulainya masa pengabdian peserta Internship Batch 1.0 yang akan bertugas dari Januari hingga April 2026.

Ketua Umum AWINDO, I Made Prasetya Wiguna Mahayasa, menyebut momen ini sebagai bagian penting dari proses keberlanjutan organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan pengusaha disabilitas.

“Para volunteer telah meletakkan fondasi yang kuat bagi AWINDO. Dedikasi mereka menjadi bukti bahwa perubahan nyata dimulai dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem wirausaha yang inklusif,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Menurutnya, estafet peran dari volunteer ke internship bukan sekadar pergantian personel, melainkan strategi untuk menjaga kesinambungan ide, semangat, dan inovasi di dalam organisasi.

Acara diawali dengan presentasi capaian volunteer yang disampaikan oleh Sekretaris Volunteer AWINDO, Aziza Nur Lathifa. Ia memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan selama empat bulan terakhir, mulai dari kolaborasi dengan pengusaha disabilitas, pelatihan usaha, hingga advokasi peningkatan akses pasar dan pembiayaan bagi pelaku UMKM disabilitas.

Penghargaan Volunteer Berprestasi

Sebagai bentuk apresiasi, AWINDO memberikan penghargaan Volunteer Berprestasi kepada enam orang, yakni Aziza Nur Lathifa, Dzimmi Aisyah Pangareban, Muhammad Alvyn K.P, Primo Putra Ramadhan, Alfi Husnia, dan Rizky Cahyanti Maharani. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh I Made Prasetya.

“Penghargaan ini adalah bentuk terima kasih kami atas kerja keras dan kontribusi nyata yang telah diberikan. Kalian adalah inspirasi bagi generasi selanjutnya,” katanya.

Tahapan regenerasi kemudian dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan kontrak Internship Batch 1.0 yang dipandu oleh Rizky Cahyanti Maharani dari Divisi Legal Volunteer AWINDO. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya tanggung jawab baru para peserta internship dalam menggerakkan program-program organisasi.

“Kontrak ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk komitmen profesional untuk bersama-sama memberikan dampak nyata bagi pengusaha disabilitas di Indonesia. Kami berharap Internship Batch 1.0 dapat melanjutkan estafet yang telah dimulai oleh para volunteer dengan semangat dan inovasi baru,” ujar Rizky.

Selain agenda internal organisasi, acara juga menghadirkan suara dari anggota AWINDO yang merupakan pengusaha disabilitas. Mereka menyampaikan pandangan, pengalaman, serta harapan terhadap peran AWINDO ke depan.

Asep Sukmana, pengusaha disabilitas daksa asal Ciparay, Kabupaten Bandung, menyampaikan kesan positifnya terhadap organisasi tersebut.

“Kesan saya terhadap AWINDO sangat baik karena menjadi wadah bagi pengusaha untuk bertukar pikiran, mencari solusi, dan membangun networking, khususnya untuk mendukung usaha inklusif di Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap AWINDO dapat mengembangkan pendidikan ekonomi terjangkau, pendampingan legalitas usaha, serta informasi akses modal dari pemerintah.

Sementara itu, Putu Prima mendorong perluasan kolaborasi lintas komunitas.
“Saya berharap AWINDO bisa berkolaborasi dengan komunitas lain seperti Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) atau Christian Disability Community (CDC). Selain itu, AWINDO bisa bergabung dengan komunitas besar seperti Annika Linden Center agar dampak program lebih luas lagi,” katanya.

Menutup acara, I Made Prasetya kembali menegaskan komitmen AWINDO.
“Kami percaya bahwa setiap pengusaha disabilitas berhak mendapatkan akses, dukungan, dan kesempatan yang setara untuk mandiri dan berkembang. Offboarding dan onboarding hari ini adalah bukti bahwa estafet kepemimpinan dan komitmen untuk perubahan akan terus berlanjut,” ujarnya. (kanalbali/AWJ)

Apa Komentar Anda?