Balinale Sajikan Hong Kong Film Gala Presentation

Foto bersama pendukung Balinale Festival - IST
Foto bersama pendukung Balinale Festival - IST

DENPASAR, kanalbali.id –  Bali International Film Festival (Balinale) secara resmi membuka edisi ke-19 pada 1–7 Juni 2026 di Sanur, Bali, dengan Icon Bali Mall dan Cinema XXI sebagai pusat pemutaran. Salah satu daya tarik festival adalah kolaborasi dengan Asian Film Awards Academy (AFAA) melalui Hong Kong Film Gala Presentation.

“Kami berkolaborasi untuk menghadirkan film-film yang inspiratif,” kata founder Balinale Deborah Gabinetti.

Program Hong Kong Film Gala Presentation kemudian berlanjut dengan beberapa karya pilihan dari Hong Kong sepanjang festival.

Kolaborasi dengan AFAA memperkuat kehadiran sinema Asia di Balinale dan membuka ruang bagi penonton Indonesia untuk menikmati karya-karya Hong Kong yang beragam, mulai dari drama, komedi, kisah anak muda, hingga genre yang lebih populer dan menghibur.

Enam film yang menjadi bagian dari program AFAA/Hong Kong Film Gala Presentation adalah Road to Vendetta, Night King, Golden Boy, Gamer Girls, Ciao UFO, dan Back to the Past.

Secara keseluruhan, Balinale mengusung semangat “Stories Worth Experiencing”, Balinale 2026 menghadirkan 94 film dari 38 negara, termasuk 20 World Premiere, 10 International Premiere, dan 26 Asian Premiere. Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi sineas, penonton, pelaku industri, komunitas, dan mitra lintas negara untuk merayakan cerita-cerita yang menggerakkan, menantang, dan menginspirasi.

Tahun ini, Balinale kembali menegaskan posisinya sebagai festival film internasional berkualifikasi Academy Award® pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk kategori Best Short Film. Selain menghadirkan program kompetisi internasional, Balinale juga memperkenalkan kategori penghargaan Best Indonesian Short: Tapestry of Indonesia, yang merayakan kekayaan dan keberagaman cerita dari Indonesia.

Di luar pemutaran film, Bali Film Forum di The Meru Sanur menjadi platform industri yang penting untuk mempertemukan pembuat film, produser, profesional industri, dan mitra kreatif. Forum ini membuka percakapan mengenai kolaborasi, produksi, co-production, pengembangan talenta, serta peluang yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem perfilman global.

Pada 5 Juni, Balinale akan menyelenggarakan Awards Night Celebration sebagai malam apresiasi bagi karya-karya terbaik, para sineas, dan kontribusi kreatif yang telah memperkaya festival tahun ini. Balinale 2026 kemudian ditutup pada 7 Juni melalui Closing Night Film The End karya Joshua Lincoln Oppenheimer, menandai penutup dari satu minggu perayaan sinema, komunitas, dan pengalaman budaya di Sanur.

Film Pembukaan Malam Festival berjudul Euphoria, karya sutradara Julian Rosefeldt (Jerman, Ukraina, Bulgaria, Amerika Serikat). Balinale 2026 akan ditutup dengan The End, film musikal karya Joshua Lincoln Oppenheimer (Denmark, Jerman, Irlandia, Italia, Inggris, Swedia, Amerika Serikat) yang menjadi Closing Night Film pada 7 Juni.

Berikut beberapa film yang masuk kompetisi resmi dari berbagai kategori:

  • Narrative Feature: Mon Ami; Aisha Can’t Fly Away; Death Drive; Sound of Falling
  • Documentary Feature: Divia; The Madness of Moonlight; The Rain Won’t Let Us Fly; The Designer Is Dead
  • Short Narrative: Close Your Eyes Hind; Ali; Jasmine. Home. Mother.; Vultures; The Spectacle; Psychopomp; Life Goes On; Lip Balm
  • Short Documentary: Actually, I Didn’t Want to Stay Long; The Tuners; The Revolution Against Death; Grappling Grace
  • Short Animation: The Magician; Jailbirds; Lifetime Warranty; Anyone Lived in a Pretty How Town; White Hare; Chère Fin

Penghargaan Film Pendek Terbaik, yang memenuhi syarat untuk pertimbangan Academy Award®, akan dipilih dari pemenang kategori Film Pendek Naratif, Film Pendek Dokumenter, dan Animasi Pendek.

Balinale didirikan pada 2007 oleh Bali Film Center, Balinale menjadi Festival Film Berkualifikasi Academy Award® pertama dan satu-satunya di Indonesia. Diakui secara internasional karena programnya yang beragam dan dampak budayanya, festival ini berfungsi sebagai platform bagi pembuat film, penonton, dan profesional industri, sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri kreatif Indonesia. Inisiasi program pengembangan didukung oleh Yayasan Creative Arts Indonesia. ( kanalbali/RLS/RFH)

Apa Komentar Anda?