TABANAN – Sepanjang tahun 2024 Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, dikunjungi wisatawan sekitar 1,8 juta orang dengan pendapatan sekitar Rp 90 miliar.
“Pendapatan hampir Rp 90 miliar,” kata Asisten Manajer Operasional DTW Tanah Lot Bali, I Putu Toni Wirawan, Kamis (2/1).
Jika dibandingkan tahun 2023 lalu kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot mengalami penurunan, karena di tahun 2023 kunjungan wisatawan sekitar 2 juta lebih dan penurunan tersebut pihaknya menduga karena dampak cuaca ekstrem yang terjadi di Bali.
“Kalau tahun lalu 2 juta sekian agak turun. Setelah natal itu kebanyakan yang berkunjung itu family atau keluarga mungkin menggunakan mobil pribadi dari Jawa, karena kebanyakan mobil-mobil dari luar (Bali) yang masuk di kawasan Tanah Lot,” jelasnya.
BACA JUGA: Wisman Korsel Hilang Saat Mendaki Gunung Agung di Karangasem Bali
Ia menyebutkan, kunjungan ke DTW Tanah Lot masih didominasi oleh wisatawan domestik baik itu rombongan keluarga, para siswa-siswi sekolah yang rekreasi dan dari perusahaan. Kemudian, untuk wisatawan mancanegara (wisman) yang paling banyak berkunjung ke Tanah Lot ialah dari Negara-negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia dan juga India.
“Paling banyak wisatawan domestik, dari keluarga atau family masih siswa-siswa liburan karena libur panjang. Kalau domestik itu dari Jawa Timur, Jakarta dan Yogyakarta, Jawa Tengah. Kalau wisatawan mancanegara dari Asia tenggara, India juga ada. Masih dominan Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia,” ujarnya.
Ia menyampaikan, bahwa di sepanjang tahun 2024 kunjungan di Tanah Lot paling tinggi di Bulan Mei per hari rata-rata kunjungan 5 hingga 6 ribu wisatawan. Kemudian, kalau di hari-hari biasa kunjungan wisatawan itu hanya sekitar 4 hingga 5 ribu orang. Kemudian, di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025 kunjungan wisatawan mencapai sekitar 6 hinga 7 ribu orang per hari.
“Kemarin ada peningkatan sebelum natal tanggal 24 Desember sudah mulai naik rata-rata 6 sampai 7 ribu terakhir kemarin tanggal 1 Januari 9.500 sekian,” ujarnya
Pihaknya berharap di tahun 2025 kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot lebih baik dari 2024 atau setidaknya sama pada kunjungan di tahun 2023. Namun, di 2025 pihaknya berharap kunjungan wisatawan tembus 2,5 juta.
“Harapan kami 2,5 juta atau bisa tercapai di angka 2 juta-lah. Kalau sekarang 1,8 juta iya seperti di tahun 2023 target kami, iya di angka 2 juta,” ujarnya.
( kanalbali/ KAD)


