DENPASAR, kanalbali.id – Warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan unjuk gigi lewat GAJISI.
Ini adalah singkatan dari Gadis Jeruji Besi, grup band yang terbentuk dari program pembinaan di bidang seni musik yang difasilitasi oleh pihak lapas.
Berawal dari kegiatan pelatihan musik sederhana, beberapa warga binaan yang memiliki minat dan bakat di bidang musik kemudian disatukan dalam satu wadah kreatif.
Seiring waktu, latihan yang konsisten, pendampingan, serta semangat untuk berubah menjadi lebih baik menjadikan GAJISI tumbuh sebagai grup musik yang solid dan penuh makna.
GAJISI menjadi wadah ekspresi seni musik yang tidak hanya mengasah bakat, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, harapan, dan identitas baru bagi para anggotanya.
Mengusung warna musik yang sarat makna, GAJISI menghadirkan karya yang merefleksikan perjalanan serta harapan akan masa depan yang lebih baik. Setiap nada yang mereka mainkan adalah cerminan proses pembelajaran dan transformasi diri.
Kolaborasi dengan Octav Sicilia terjalin melalui kesamaan visi dalam menjadikan musik sebagai medium perubahan sosial.
Ketertarikan Octav Sicilia terhadap program pembinaan di Lapas Perempuan Kerobokan, serta komitmennya terhadap isu kemanusiaan dan rehabilitasi, mendorong terwujudnya kolaborasi ini.
Melalui proses kreatif yang intens dan penuh empati, kolaborasi ini menjadi ruang pertemuan antara profesionalisme industri musik dan suara autentik dari dalam lapas.
Octav Sicilia merupakan seorang musisi, penulis lagu, sekaligus produser musik yang dikenal dengan karya-karya bernuansa emosional dan reflektif. Ia aktif dalam berbagai proyek kolaboratif lintas genre dan memiliki kepedulian tinggi terhadap isu sosial serta kemanusiaan.
Melalui pendekatan musik yang autentik dan penuh makna, Octav Sicilia kerap menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi dan membangun kesadaran.
Keterlibatannya dalam proyek ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap proses pembinaan dan pemberdayaan warga binaan melalui seni.
Salah satu personel GAJISI yang saat ini tengah menjalani hukuman terkait kasus narkotika dengan vonis 10 tahun mengungkapkan rasa haru dan bahagianya dapat menjadi bagian dari grup ini.
“Saya tidak pernah membayangkan bisa berkarya dan didengar banyak orang dari dalam sini. GAJISI memberi saya harapan baru, membuat saya merasa masih punya kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya dengan penuh emosional.
Single perdana GAJISI berkolaborasi dengan Octav Sicilia, berjudul “Safer Societies”, hadir sebagai lagu yang menyentuh dan diciptakan khusus untuk menyambut ajang internasional 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) yang akan digelar pada 14–17 April 2026 di Nusa Dua, Bali.
Lagu ini membawa pesan kuat tentang pentingnya keadilan yang cerdas, pemulihan hati, serta peran setiap individu dalam menciptakan masyarakat yang lebih aman. Sejalan dengan tema besar kongres, “Getting Smart on Justice, Healing Hearts & Safe Societies”, GAJISI bersama Octav Sicilia menyuarakan bahwa perubahan itu nyata dan mungkin terjadi.
Dari balik keterbatasan, mereka membuktikan bahwa seni dapat menjadi jembatan menuju pemulihan, serta simbol harapan bagi masa depan yang lebih baik.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, turut menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan GAJISI dan karya perdananya. Ia menegaskan bahwa program pembinaan melalui seni merupakan salah satu pendekatan efektif dalam membangun karakter wargabinaan.
“GAJISI adalah bukti nyata bahwa di balik tembok pemasyarakatan, proses pembinaan berjalan dengan penuh makna. Kami sangat mendukung karya lagu ‘Safer Societies’ ini sebagai wujud kreativitas, harapan, dan semangat perubahan yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Kini, lagu “Safer Societies” sudah dapat didengarkan melalui platform musik digital Spotify, serta music videonya telah resmi dirilis dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube LPP Kerobokan.
Kehadiran karya ini di platform digital diharapkan dapat menjangkau lebih luas masyarakat sekaligus menyampaikan pesan inspiratif dari balik tembok pemasyarakatan. GAJISI bukan sekadar band, mereka adalah semangat perubahan. ( kanalbali/RLS )


