Dukung Budaya Lokal, Koster Jadikan Selasa sebagai Hari Endek

Perajin endek saat pameran UMKM di Art Center Denpasar - IST

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengimbau seluruh lapisan masyarakat Bali memberikan apresiasi terhadap Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali sebagai warisan budaya kreatif masyarakat. Salah satu bentuk apresiasi itu dengan cara menggunakannya.

“Menghormati dan mengapresiasi Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali sebagai warisan budaya kreatif masyarakat Bali dengan menggunakan pakaian/busana berbahan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali dalam berbagai aktivitas pada setiap Hari Selasa,” kata Koster dalam jumpa pers di Ruang Gajah komplek Rumah Dinas Gubernur Bali, Kamis (11/2/2021).

Koster menuturkan, iambauan penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali tak hanya berlaku untuk satu golongan tertentu saja. Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai swasta, hingga masyarakat biasa diimbau untuk menggunakan pakaian yang berbahan endek Bali.

“Ini berlaku untuk semua masyarakat, ASN, masyarakat biasa, kemanapun melakukan aktivitas terus menggunakan pakaian bahan kain Tenun endek Bali. Tidak hanya di kantor milik pemerintah, tapi sektor swasta pun juga harus menggunakannya setiap hari Selasa,” tuturnya.

Meski begitu, imbauan penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali nantinya dikecualikan jika bertepatan dengan Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Pemerintah Daerah.

“Jadi kalau ada acara Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Pemerintah Daerah itu dikecualikan, selabihnya tetap menggunakan itu. Ini berlaku tanggal 23 nanti, jadi kita kasih jeda dari tanghal 11 ke tanggal 23, biar masyarakat sempat mesan kainnya dulu,” terangnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk lebih aktif mempromosikan dan memasarkan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali dalam berbagai kegiatan lokal, nasional, dan internasional, guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali.

“serta mendorong dan memfasilitasi upaya kreatif dan inovatif dalam pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) masyarakat Bali guna memenuhi kebutuhan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali,” pungkasnya. (Kanalbali/ACH)