KINTAMANI, kanalbali.id – Mahasiswa KKN-PPM UGM 2026 Mentari Kintamani Berkolaborasi dengan Bali Animal Welfare (BAWA) melaksanakan Program Vaksinasi Rabies, Sterilisasi Hewan, dan Edukasi Animal Welfare di Desa Batur Tengah
“Kami mendukung upaya pemerintah mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas rabies,” kata Ni Komang Wijayanti Sinta Dewi, Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) Kintamani.
Program dilaksanakan secara bertahap di lima lokasi. Yakni, Banjar Tanda Tribuana pada 3 Juli 2026, Banjar Bubung Kelambu pada 7 Juli 2026, Banjar Batur Kota pada 15 Juli 2026, Banjar Batur Tengah pada 17 Juli 2026 dan Banjar Talemba pada 22 Juli 2026.
Pelaksanaan kegiatan didorong oleh masih adanya ancaman penyebaran rabies di Bali serta masih ditemukannya kasus gigitan anjing di masyarakat.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya langkah pencegahan melalui vaksinasi rabies, pengendalian populasi hewan secara humanis melalui program sterilisasi, serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penanganan rabies dan kesejahteraan hewan.

Dalam pelaksanaannya, tim BAWA memberikan layanan vaksinasi rabies dan sterilisasi hewan secara berkala, sementara mahasiswa KKN-PPM UGM turut mendukung pelaksanaan kegiatan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies, langkah-langkah pencegahan, pentingnya vaksinasi rutin pada hewan peliharaan, serta penerapan prinsip animal welfare dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme masyarakat di setiap banjar menunjukkan tingginya kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan vaksinasi rabies, menekan risiko penularan penyakit, mengendalikan populasi anjing secara bertanggung jawab, serta membangun budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap kesejahteraan hewan.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026 bersama Bali Animal Welfare Association berharap sinergi antara perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam mendukung terwujudnya Desa Batur Tengah yang sehat, aman, ramah terhadap hewan, dan bebas rabies. (kanalbali/RLS)


