DENPASAR, kanalbali.id – Myong Kee Jin, Wakil Gubernur Provinsi Jeju, menyampaikan bahwa Forum Inter-Island Tourism Policy (ITOP) merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama kepulauan dalam pelestarian lingkungan dan budaya.
“Di Jeju, kami mengutamakan keindahan alam dan tradisi, seperti penyelam wanita legendaris yang menjadi ikon budaya,” katanya Forum Inter-Island Tourism Policy (ITOP) ke-26 yang diselenggarakan di The Meru Sanur, pada Minggu, 22 Juni 2025.
“Kami tengah fokus pada pengembangan green tourism sebagai langkah menghadapi perubahan iklim, dengan rencana keberlanjutan hingga tahun 2035,” ungkapnya.
Ia juga memastikan bahwa Jeju di Korea Selatan itu siap menyambut penyelenggaraan ITOP Forum 2026 pada Oktober mendatang.
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mewakili Gubernur Bali secara resmi membuka acara tersebut. Acara ini dihadiri oleh delegasi dari berbagai wilayah anggota ITOP, termasuk Jeju, Hainan, Okinawa, Zanzibar, Provinsi Selatan Sri Lanka, dan Phuket.
Gubernur Bali dalam sambutan yang dibacakan oleh Dewa Made Indra, disampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran seluruh delegasi, serta penegasan pentingnya kolaborasi antarwilayah kepulauan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan.
Forum tahun ini mengangkat tema “Pariwisata Kebugaran Berbasis Sumber Daya Alam dan Budaya”, yang dinilai sangat relevan dengan arah pembangunan pariwisata Bali. Tema tersebut menegaskan komitmen Bali dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pelindungan warisan budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Forum ITOP merupakan wadah strategis untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan pariwisata antarwilayah kepulauan,” ujarnya.
Disampaikan pula bahwa Bali telah lama dikenal sebagai destinasi pariwisata budaya, yang berkembang sejak 1920-an dan menjadi tempat berkarya bagi seniman dunia seperti Walter Spies dan Miguel Covarrubias.
Sekda Bali juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jeju yang menghadirkan penampilan seni budaya dalam acara pembukaan, sebagai bagian dari pertukaran budaya antaranggota ITOP.
Di akhir sambutan, para delegasi diajak untuk menjelajahi kekayaan budaya, keindahan alam, dan produk kerajinan khas Bali sebagai bentuk pengalaman yang autentik dan berkesan.
“Semoga momen ini menjadi pengalaman yang bermakna dan tak terlupakan bagi kita semua,” tutupnya. ( kanalbali/RLS/RFH)


