DENPASAR, kanalbali.id – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) tengah mendorong migrasi siaran TV analog ke TV digital atau Analog Switch Off (ASO). Sehingga masyarakat bisa menikmati siaran TV yang jernih gambarnya, canggih teknologinya, dan bersih suaranya.
Putra Mandala (25) asal Kabupaten Buleleng, Bali menjadi salah satu masyarakat yang telah merasakan keunggulan menonton siaran TV digital dibandingkan dengan TV analog sejak satu tahun terakhir.
“Waktu itu ingin beralih ke TV digital karena siaran TV analog di rumah sering gerimis saat ada hujan atau cuaca buruk,” kata dia, Jumat, (24/6/2022).
Setelah beralih ke TV digital, Putra mengaku puas dengan banyaknya chanel dan berbagai fitur yang ditawarkan. Seperti adanya fitur parental lock untuk membatasi channel yang bisa ditonton oleh anak-anak, dan dapat memilih dengan bebas channel yang disukai atau layak untuk ditonton.
“Nah jadi di TV digital bisa mensetting jenis channel yang ditonton, batas waktu menonton, dan kalau untuk tayangan orang dewasa seperti tinju gitu saya setting diatas jam 10 malam. Jadi lebih leluasa dengan menggunakan TV digital ini,” jelasnya.
BACA JUGA : Set Top Box Gratis di Denpasar Akan Dibagikan Kepada 1682 Rumah Tangga Miskin
Selama pemakaian TV digital, sambungnya, tidak ada kendala berarti yang dirasakan saat adanya cuaca buruk. Gambar, dan suara yang ditampilkan jernih tanpa bergerimis.
“Nyaman menggunakan siaran digital, karena tidak lagi terpengaruh dengan perubahan cuaca di luar. Tidak usah putar-putar antena lagi,” ungkapnya.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Kominfo, Usman Kansong menuturkan ASO memiliki manfaat untuk pemerataan siaran TV berkualitas di seluruh daerah.
“Dengan ASO, siaran TV menjadi lebih stabil dan tahan terhadap berbagai gangguan cuaca, hal ini akan menampilkan gambar lebih bersih dan suara lebih jernih,” jelasnya dikutip dalam siaran pers Kementerian Kominfo, Sabtu, (25/6/2022).
Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang juga menyatakan migrasi siaran analog ke digital memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, seperti mempermudah akses internet dan menumbuhkan ekonomi digital.
“Manfaat yang akan kita dapatkan dari migrasi TV analog ke TV digital itu terkait dengan internet dan kegiatan perekonomian semakin terpadu,” tuturnya.
Menurutnya, migrasi TV digital dapat mendorong masyarakat untuk semakin produktif dengan memanfaatkan akses layanan internet. Menurutnya dengan akses itu, berbagai ide dan gagasan kreatif masyarakat dapat tersalurkan.
“Misalnya seperti usaha-usaha UMKM yang didorong atau mendapatkan peluang dan kemudahan untuk menembus pasar yang lebih luas melalui akses internet. Oleh karena itu, program penghentian TV analog juga selanjutnya kemudian beralih ke TV digital itu terkait dengan kualitas layanan internet,” jelasnya. (Kanalbali/LSU).



Be the first to comment