Masa Pandemi COVID-19, Pedagang Pasar Badung Mulai Menjajal Go Shop

Suasana di Pasar Badung, Denpasar, Bali yang kini menerapkan protokol kesehatan yang ketat - WIB

DENPASAR – Aktivitas jual beli di pasar Badung, Denpasar, Bali, Rabu (21/10/2020) hingga kini belum pulih setelah sempat ditutup gara-gara adanya pedagang yang terpapar COVID-19. Sebagian pedagang  kini mulai menjajal aplikasi Go Shop untuk meningtkan penjualan.

“Lumayan membantu saat pasar sedang lesu karena pengunjungnya turun sekali,” ujar Ni Nyoman Lastini, pemilik kios olahan ikan di pasar ini. Penggunaan aplikasi yang diperkenalkan pihak pengelola pasar untuk menjaga agar tak terjadi kerumunan.

Ni Nyoman Lastini, pemilik kios olahan ikan yang sudah mulai merasakan manfaat aplikasi Go-Shop – WIB

Transaksi melalui aplikasi, menurutnya, belum dominan dibanding transaksi langsung. Mungkin, pembeli di pasar pun belum terbiasa. “Terus terang, saya sendiri lebih nyaman kalau tak bertemu langsung dengan pembeli,,” ujarnya sambil tersenyum. Bagaimana dengan transaksi non tunai?. “ Ya itu juga belum bisa. Saya sering malas ngechek di rekening uangnya sudah masuk atau belum. Jadi dari orang Gojek yang bayar tunai,” katanya.

Ia berharap, jual beli secara online itu dipromosikan terus menerus supaya mereka lebih paham sampai merasa aman dan nyaman. Begitu pun dengan para pembeli yang memesan dari rumah-rumah.

Keinginan itu disambut baik Direktur Utama PD Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata. “Sejak awal, kami melihat ini sebagai solusi dalam situasi seperti ini,” ujarnya.  “Kami sudah menjalin kerja sama yang tidak mengikat, kami memberi peluang pada Go-Jek untuk ikut mempromosikan pasar yang kami dikelola dan tidak ada ikatan,”terangnya.

Direktur Utama PD Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata – WIB

Pihaknya tidak ikut campur dalam gelaran transaksi penjual dan pembeli itu.”Kita hanya mencatat setiap ada Go-Jek belanja ke pasar di registrasi unit pasar masing-masing,”jelasnya. Secara teknis, setiap ada pembeli yang akan berbelanja, ia tidak secara spesifik mengharuskan dimana barang itu beli. “Yang penting barangnya sama, nah nanti Go-Jek yang akan pergi ke pasar dan bertransaksi dengan penjual, saat ini transaksinya sebagian besar masih secara tunai,”ujar Kompyang.

Sejauh ini, idak ada hambatan yang berarti selama program ini berjalan. Layanan Go-Shop berkontribusi hampir 15 persen dari total penjualan di pasar se Denpasar. “Ini akan kita sosialisasikan terus supaya kita semua makin terbiasa dengan situasi ini selama belum ada vaksin yang ditemukan,” katanya.

Model pembayaran non tunai juga disediakan namun belum banyak dimanfaatkan – IST

Salah-satu warga Denpasar yang ditemui di pasar Suwartini, mengaku masih lebih suka berbelanja langsung di pasar. “Kebetulan sudah kenal baik dengan pedagangnya, jadi senang bisa sambil mengobrol,” katanya.

Dia juga lebih suka karena bisa menawar harga barang dan membandingkan satu pedagang dengan yang lain. “Kalau di aplikasi khan tidak bisa, kalau bisa mungkin menarik juga ya,” ujarnya seraya mengaku hanya berbelanja di aplikasi jika terpaksa. (kanalbali/WIB)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.