Mayat Ditemukan di Gilimanuk Bali, Diduga Terkait Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya

Ilustrasi - tenggelam - IST

JEMBRANA, kanalbali.id – Sosok mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya ditemukan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Gilimanuk, di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (4/2) sekitar pukul 07:30 WITA.

Korban diduga merupakan salah satu korban kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada 2025 lalu.

Kasi Humas Polres Jembrana Ipda I Putu Budi Arnaya mengatakan, bahwa soal jenazah itu diduga merupakan salah satu korban kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya itu belum bisa dipastikan.

“Itu belum bisa dipastikan,” kata Ipda Arnaya, Rabu (4/2) siang.

Penemuan mayat tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 Wita di kawasan Pesisir TNBB Gilimanuk, tepatnya di bibir pantai sebelah utara kawasan suci Sumur Kembar. Kejadian pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang beraktivitas di sekitar pantai. Kemudian segera melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk yang dipimpin langsung segera mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan langkah awal penyelidikan.

“Personel langsung kami terjunkan untuk mengamankan lokasi kejadian, memastikan situasi tetap kondusif, serta berkoordinasi dengan unsur terkait guna penanganan lebih lanjut,” kata Kapolsek Gilimanuk Kompol Arya Agung Arjana Putra.

Sementara itu, Pejabat Sementara (PS) Kasi Dokter dan Kesehatan (Dokkes) Polres Jembrana Aiptu Gst Ngurah Adi Sadnyana Putra menerangkan, pihaknya bersama tim Identifikasi Polres Jembrana dan dokter RSUD Negara, Jembarana, telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah sesuai prosedur medis kepolisian.

“Dari hasil pemeriksaan luar, jenazah berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi tubuh tidak utuh dan telah mengalami pembusukan. Saat ini jenazah kami evakuasi ke RSUD Negara untuk kepentingan identifikasi dan pemeriksaan lanjutan,” terang Aiptu Sadnyana.

Jenazah dievakuasi menggunakan ambulans Polres Jembrana menuju RSUD Negara sekitar pukul 09.15 WITA dan kini dititipkan di kamar jenazah guna proses identifikasi lebih lanjut.

Sebelumnya, penemuan sesosok mayat ditemukan terapung di Perairan Selat Bali, pada Minggu (1/2) pagi dan identitasnya belum diketahui.

Jenazah tersebut diduga penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada 2 Juli 2025 lalu.

Kasi Humas Polres Jembrana, Ipda I Putu Budi Arnaya mengatakan, belum bisa memastikan apakah jenazah itu adalah penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, dan untuk jenazah sudah dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

“Belum bisa dipastikan, karena jenazah dikirim ke Banyuwangi,” kata Ipda Arnaya, Minggu (1/2) sore.

Mayat tersebut pertamakali ditemukan sekitar pukul 07.15 WITA oleh Danpos AL Gilimanuk saat melaksanakan patroli laut di sekitar lokasi kegiatan evakuasi kerangka KMP Tunu Pratama Jaya, tepatnya pada koordinat 08°09’33,11″ LS dan 114°29’52,03″ BT.

Kemudian, menindaklanjuti temuan tersebut, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk bersama unsur terkait segera melakukan langkah-langkah kepolisian, termasuk pengamanan lokasi dan proses evakuasi. Sekitar pukul 08.30 WITA, jenazah berhasil dievakuasi ke tepi Pantai Cemara, Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol Arya Agung Arjana Putra mengatakan, evakuasi dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang terdiri dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Sat Polair Polres Jembrana Pos Gilimanuk, Pos TNI AL Gilimanuk, UPP Pelabuhan Gilimanuk, Pekerja BC Pioner 88, serta nelayan setempat.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh dengan mengenakan celana panjang warna hitam dan ikat pinggang hitam. Kondisi fisik korban mengalami kerusakan sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan oleh pihak berwenang,” ujar Kompol Arya Agung.

Kemudian, sekitar pukul 09.00 WITA, dilakukan serah terima jenazah dari Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk yang didampingi Danpos AL Gilimanuk kepada Sat Polair Polresta Banyuwangi. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Banyuwangi menggunakan Kapal Polair Banyuwangi Nomor Lambung X-1033 untuk keperluan identifikasi lebih lanjut.

Kompol Arya Agung menegaskan, bahwa Polri telah melakukan langkah-langkah kepolisian mulai dari penerimaan laporan, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan, bantuan evakuasi, hingga koordinasi lintas wilayah dengan Sat Polair Polresta Banyuwangi.

“Polri juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa laut, agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal mencurigakan di perairan melalui layanan darurat 110, guna penanganan cepat dan tepat,” ujarnya. (kanalbali/KAD)

Apa Komentar Anda?