Mengenal Rupang Buddha Nusantara, Simbol Persatuan Umat Buddha

Rupanng Budha Nusantara - IST
Rupanng Budha Nusantara - IST

DENPASAR, kanalbali.id – Pada tahun ini Saṅgha Theravāda Indonesia akan memasuki usia setengah abad.

Sesuai dengan hasil Rapat Pimpinan II/2025, dibentuklah kepanitiaan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia dengan mengangkat tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”.

Dalam rangkaian menyambut Tahun Kencana ini, Panitia Nasional akan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang salah satunya adalah pengecoran Rupang Buddha.

Dalam kesempatan ini, panitia berinisiasi melakukan pengecoran di berbagai pulau yang mewakili Nusantara. Untuk kedepannya akan dikenal dengan sebutan Rupang Buddha Nusantara.

Ketua Dewan Sesepuh Saṅgha Theravāda Indonesia, Bhikkhu Jotidhammo Mahāthera menyatakan bahwa Rupang Buddha Nusantara ini menandai setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia.

“Yakni, sebagai Rupang Buddha yang berharga, monumental, serta historikal,” katanya.

Rupang Buddha pertama kali ditemukandi reruntuhan kompleks Candi Sewu pada Mei 2025.

Berdasarkan temuan ini maka Panitia menjadikannya sebagai prototipe dalam pembuatan Rupang Buddha Nusantara. Prototipe Rupang Buddha Nusantara dengan mudrā (sikap tangan) Bhūmisparsa yang memiliki makna “bumi sebagai saksi dari kumpulan kebajikan”.

Dalam proses pembuatannya, akan dikerjakan oleh seniman dari Amertha Art Studio yakni Sugito Sutarmin. Upacara pengecoran Rupang dilaksanakan di berbagai pulau sebagai perwakilan Nusantara.

Pulau Sumatra telah dilakukan di Kota Medan, Pulau Kalimantan telah dilakukan di Kota Samarinda, Pulau Bali di Kota Denpasar tepatnya di Vihāra Buddha Sakyamuni, Pulau Sulawesi di Kota Palu, Pulau Jawa di Kota Surabaya dan yang terakhir akan dilaksanakan di Daerah Khusus Jakarta.

Rupang Buddha bagi umat Buddha merupakan sarana untuk menumbuhkan keyakinan yang didasari pengertian benar, hidup bermoral, kemurahan hati, dan kebijaksanaan.

Pada 8 Maret 2026, pengecoran Rupang Buddha Nusantara ketiga dilaksanakan di Vihāra Buddha Sakyamuni, Denpasar. Upacara pengecoran ini menjadi simbol persatuan bagi umat Buddha dalam peringatan setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia.

Logam yang digunakan dalam pengecoran ini sepenuhnya adalah donasi dari umat Buddha. Selain itu, pelaksanaan upacara ini bersamaan dengan peringatan Māgha Pūjā 2569 TB (Tahun Buddhis)/2026 yang dihadiri umat Buddha se-Bali.

Māgha Pūjā adalah salah satu hari besar yang sakral bagi umat Buddha, menjadi momen penting dalam kehidupan monastik para bhikkhu. Bertempat di Veluvana Ārāma, Rajgir, India, kala itu Buddha Gotama menyampaikan Ovāda-Pāṭimokkha yang memuat nasihat kepada 1.250 Siswa-SiswaNya yang telah suci dan bebas dari segala belenggu batin.

Dalam rangkaian ini umat juga turut bertekad dengan niat yang luhur disertai dengan lantunan doa (Paritta Suci) oleh para Bhikkhu yang hadir sebanyak ±50 Bhikkhu dari Saṅgha Theravāda Indonesia. (kanalbali/RLS )

Apa Komentar Anda?