Pemeo Remaja Era 80-an: Enny Arrow Yes, Any Question No

Penulis:  Wayan Sudarmaja (Pengamat seni populer)

KONON  khabarnya Enny Arrow lahir tahun 1943.Profesinya wartawan pada jaman penjajahan Jepang.

Pada tahun 1974 ia menulis novel pertamanya berjudul Senja merah dipelabuhan Jakarta. Tidak mencantumkan tahun terbit, riwayat penulis, hanya disebut penerbit Mawar.

Menurut sastrawan Abdullah Harahap, Enny Arrow nama aslinya Eny Sukaesih. Tapi sayang, sebelum dikonfirmasi Abdullah meninggal. Novel picisan karya Enny Arrow memang penuh misteri, mungkin ia sadar bahwa setiap saat dapat berurusan dengan polisi.

Bagi remaja tahun 1980an, sebagian pernah membaca novel Enny Arrow secara sembunyi sembunyi. Takut ketahuan orang tua atau guru disekolah.

Ceritanya berkutat diseputar ranjang. Diskripsi hiperbol. Judul metaforis. Cover menantang. Membuat imajinasi melayang ke langit ketujuh. Malam Kelabu. Gairah Cinta. Noda Merah, dll.Bagi penyuka novel erotika, membelinya dilapak lapak secara bisik bisik. Tidak ada di toko buku.

Apapun komentar kita tentang Enny Arrow, bahwa ia pernah ada untuk kita. Ia mengisi perjalanan sastra kita. Setiap karya ada penggemarnya.

Mungkin ia lahir untuk memprotes bahwa sastra haruslah moralis dan utopis. Sastra mainstream seharusnya bicara sorga.Tapi pembaca butuh yang lain.

Oleh karenanya karya Motinggo Busje, Eddy S, Nick Carter juga laku keras. Bahkan banyak novel sejenis difilmkan pada awal orde baru.

Kita masih ingat film Bernafas dalam lumpur dibintangi Suzana dan Rachmat Kartolo. Ada juga Tante Girang dibintangi Tuty S. Zaman berubah, tehnologi berkembang.

Novel esex esex Enny Arrow diganti VCD dan DVD. Bahkan sekarang bisa lewat Gadget. Selera masyarakat berubah, hanya prilaku aparat yang masih konsisten.

Melarang diskusi dan bedah buku Enny Arow di Semarang tanggal 25 Juli 2017. Any Question?. No. Enny Arrow?. Yes. (***)

Apa Komentar Anda?

62 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.