DENPASAR, kanalbali.id – Kepolisian Polda Bali telah melakukan penyelidikan terkait peristiwa teror yang terjadi di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Bali, yang dilempari batu oleh segerombolan orang tidak dikenal atau OTK.
Mereka tak hanya melempar batu, para pelaku juga membentangkan dua spanduk bernada protes di gerbang kantor yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan, Denpasar, Bali, pada Sabtu (21/2) malam.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy mengatakan, dalam peristiwa tersebut kepolisian Polda Bali masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui para pelaku.
“Masih dalam lidik,” kata Kombes Ariasandy, Senin (23/2).
Ia menerangkan kronologisnya, pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 19:28 WITA pihak pihak BPJS Kesehatan Cabang Denpasar mendapatkan laporan dari grup telegram dari satpam yang berjaga di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, terdapat beberapa orang yang berkumpul di depan Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar.
Kemudian, orang yang berkumpul itu melakukan pemasangan spanduk di depan pintu gerbang. Spanduk itu bertuliskan,”Save APBD BPJS untuk Rakyat Miskin,” dan tulisan,”Walikota Pembohong,”.
Selanjutnya, para OTK itu membuat video dan melakukan pelemparan ke dalam gedung. Berdasarkan laporan tersebut, kemudian pelapor Kepala Bidang SDM BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, mendatangi lokasi.
“Namun saat tiba di kantor kegiatan (yang dilakukan OTK) sudah tidak ada,” imbuhnya.
Namun, didapati dua spanduk pada kantor gerbang selatan dan gerbang utara. Dari keterangan satpam yang berjaga bahwa para OTK tersebut memasang spanduk lalu mengambil gambar dan sebelum membubarkan diri para OTK tersebut melakukan pelemparan batu ke arah kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar yang mengakibatkan lampu sign letter logo BPJS Kesehatan pecah dan rusak.
“Atas hal tersebut mengakibatkan kerugian materiil sebesar Rp 600 ribu dan pihak pelapor melaporkan ke Polda Bali,” ujarnya. ( kanalbali/KAD )


