DENPASAR, kanalbali.id – Purnama Kasa adalah salah satu hari suci umat Hindu yang dirayakan setiap tahun di Bali. Hari raya ini memiliki makna mendalam sebagai momen penyucian diri dan penghormatan kepada Sang Hyang Rwa Bhineda, yaitu Dewa Matahari dan Dewa Bulan. Berikut penjelasan lengkap tentang makna, tata cara pelaksanaan, serta persembahan yang dilakukan selama Purnama Kasa.
Waktu Perayaan Purnama Kasa
Purnama Kasa diperingati pada bulan purnama pertama dalam kalender Bali, tepatnya di pertengahan sasih Kasa. Dalam tradisi Bali, setiap sasih (bulan) memiliki hari raya Purnama yang dirayakan secara bergantian dengan Tilem. Total ada 12 Purnama yang diperingati umat Hindu Bali sepanjang tahun, dan Purnama Kasa menjadi salah satu momen penting dalam siklus ini.
Makna Purnama Kasa
Purnama Kasa merupakan waktu untuk menyucikan diri secara lahir dan batin. Berdasarkan Lontar Sundarigama, Purnama adalah saat Sang Hyang Ulan (Candra atau Dewa Bulan) berada dalam posisi mayoga, sementara Tilem menjadi momen Sang Hyang Surya (Dewa Matahari) beryoga. Kutipan dari Lontar Sundarigama menjelaskan:
Mwah hana pareresiknira sang hyang rwa bhineda, makadi sang hyang surya candra, yatika nengken purnama mwang tilem, ring purnama sang hyang ulan mayoga, yan ring tilem sang hyang surya mayoga. Samana ika sang purohita, tkeng janma pada sakawanganya, wnang mahening ajnana, aturakna wangi-wangi, canang nyasa maring sarwa dewa, pamalakunya, ring sanggat parhyangan, laju matirta gocara, puspa wangi.
Artinya:
Hari suci Purnama dan Tilem adalah waktu untuk menyucikan diri kepada Sang Hyang Rwa Bhineda, yaitu Dewa Matahari dan Dewa Bulan. Pada hari Purnama, Sang Hyang Ulan (Candra) berada dalam posisi mayoga, sedangkan pada Tilem, Sang Hyang Surya beryoga. Saat Purnama, umat melakukan penyucian diri secara lahir batin, menghaturkan persembahan berupa canang wangi-wangi dan canang yasa kepada para dewa, serta melaksanakan persembahyangan di sanggah (merajan) dan parhyangan. Setelah itu, umat memohon tirta atau air suci sebagai bagian dari ritual.
Menangani Konten Asusila di Dunia Maya
Tata Cara Pelaksanaan Purnama Kasa
Diawali dengan persiapan banten atau sesajen. Persembahan yang umum digunakan meliputi canang wangi-wangi dan canang yasa, yang dihaturkan sebagai wujud bakti kepada para dewa. Persembahyangan dilakukan di sanggah (tempat suci keluarga) atau parhyangan (pura setempat). Setelah selesai, umat biasanya melanjutkan dengan ritual melukat, yaitu penyucian diri di sumber mata air suci untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kotoran batin.
Ritual nunas tirta atau memohon air suci juga menjadi bagian penting dalam perayaan ini. Air suci ini diyakini membawa berkah dan kesucian bagi umat yang melaksanakan upacara dengan penuh kesungguhan.
Purnama dalam Kehidupan Sehari-hari
Purnama Kasa bukan sekadar tradisi, melainkan wujud penghormatan kepada harmoni alam semesta yang diwakili oleh Dewa Matahari dan Dewa Bulan. Melalui ritual ini, umat Hindu Bali memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan dan alam, sekaligus menjaga keseimbangan batin. Perayaan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjalani hidup dengan penuh kesucian dan keikhlasan.
Dengan melaksanakan tata cara yang sesuai, seperti menghaturkan banten dan melakukan melukat, umat Hindu Bali menjaga tradisi leluhur sekaligus memperkaya makna spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Purnama Kasa, bersama dengan Purnama lainnya, menjadi momen berharga untuk merenung dan memperbarui komitmen spiritual. ***


