Tampil di Unud, Meutya Hafid Sebut Pengguna Internet di Indonesia Capai 229 Juta

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menjadi pembicara kuliah umum di Kampus Universitas Udayana, di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (28/8) - IST
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menjadi pembicara kuliah umum di Kampus Universitas Udayana, di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (28/8) - IST

BADUNG – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, pengguna koneksi internet di Indonesia telah mencapai 80 persen dari penduduk atau sekitar 280 juta.

“Artinya 229 juta penduduk Indonesia sudah terhubung dengan koneksi internet,” kata dia, saat memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Udayana, di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (28/8).

Ia menyebutkan, dengan angka 229 juta pengguna internet di Indonesia jika melihat potensi ekonomi digitalisasi cukup tinggi yang diproyeksi mencapai 109 miliar USD di tahun 2025

“Kalau kita lihat potensi ekonomi digital

Indonesia, juga mencapai angka yang cukup tinggi yaitu 109 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2025 proyeksinya. Dan untuk tahun 2030 kita proyeksikan lebih dari 366 miliar dolar Amerika Serikat,” jelasnya.

Kemudian, untuk pendorong utamanya adalah kemanfaatan e-commerce, transportasi daring dan layanan-layanan keuangan.

“Kita cukup bangga, Qris kita juga salah satu yang berhasil. Dan, tidak hanya digunakan di Indonesia tapi juga di beberapa negara sudah dapat digunakan layanannya.
Kemudian juga pendidikan, adalah salah satu bidang di mana proyeksi ekonomi digital juga tinggi dan berikutnya adalah ekonomi kreatif,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, untuk perkembangan AI di Indonesia, kalau dilihat menjadi modal digital strategis dan tentu ini akan bertanya kepada diri sendiri, sejauh mana masyarakat dan organisasi di Indonesia telah mengadopsi kecerdasan artificial.

Untuk data secara global dari united nations educational, scientific, and cultural organization (UNESCO), di tahun 2024 mencatat lebih dari 70 persen organisasi telah memanfaatkan Gen AI. Sementara dari sumber Kata Data menunjukkan bahwa di
Indonesia ada 43 persen organisasi yang menggunakan AI.

“Di Indonesia itu angkanya 43 persen yang menurut kata data, organisasi yang juga menggunakan secara rutin itu 41 persen, yang belum menggunakan sama sesekali ada 16 persen,” jelasnya.

Namun demikian, kendati tingkat penetrasi penggunaan internet 80 persen di Indonesia. Tetapi masih ada 15 ribu desa yang belum memiliki koneksi internet yang bagus di Indonesia dan itu menjadi pekerjaan rumah atau PR bagi Pemerintah Indonesia.

“Tingkat penetrasi internet yang saya sudah sampaikan angkanya 80 persen. kalau kita lihat memang PR kita ada di beberapa daerah seperti di Maluku dan juga di Papua. Di mana penetrasi baru 59 persen, kemudian di perkotaan 83 persen dan di pedesaan 77 persen,” ujarnya.

Namun, jika dilihat dari skala provinsi di Indonesia memang penetrasi internet sudah mencapai 100 persen. Tetapi, kalau dilihat skala di tingkat kecamatan maupun di desa angka penggunaan internet turun.

“Jadi kalau provinsi, seluruhnya sudah terpenuhi 100 persen. Tapi kalau kita lihat kemudian di kecamatan angkanya turun, kita lihat lagi di pedesaan angkanya turun lagi yaitu 77 persen, datanya menunjukkan bahwa ada kurang lebih 15 ribu desa yang memang belum memiliki koneksi internet yang baik,” ujarnya.

“Jadi, ini PR kita dalam potret Indonesia menghadapi kecerdasan artificial yang perlu kita benahi. Untuk Provinsi Bali, saya harus cek lagi datanya karena saya tidak mau salah mengucap. Tapi tentu saya yakin di beberapa wilayah yang mungkin bukan di perkotaan masih ada pedesaan yang belum terhubung. (kanalbali/KAD)

Apa Komentar Anda?