DENPASAR, kanalbali.id – Tak menunggu lama setelah resmi dilantik, Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) Kota Denpasar langsung bergerak cepat mengadakan kegiatan hipnoterapi gratis untuk masyarakat.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 9 Agustus 2025, di Bale Banjar Belong Menak Balun, Denpasar ini disambut antusias warga sekitar yang ingin mengenal hipnoterapi lebih dekat.
Ketua DPC PKHI Denpasar, I Dewa Ayu Raka Sunari, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal PKHI Denpasar untuk menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan mental masyarakat.
“Masih banyak yang belum tahu bahwa hipnoterapi itu bisa membantu menyembuhkan gangguan psikologis seperti kecemasan, stres, bahkan psikosomatis. Tapi karena biaya yang cukup tinggi, banyak yang belum bisa menjangkaunya. Di sinilah kami hadir,” ujarnya.
Dewa Ayu juga menyayangkan masih banyaknya stigma negatif terhadap hipnoterapi yang selama ini terbentuk dari tayangan-tayangan hiburan di media sosial.
“Kami ingin meluruskan pandangan itu. Hipnoterapi yang kami lakukan adalah terapi ilmiah, berbasis izin resmi dari Dinas Kesehatan, dan dilakukan oleh praktisi yang tersertifikasi,” tegasnya.

Hipnoterapi untuk Tekan Angka Bunuh Diri di Bali
Dalam kegiatan ini turut hadir Ketua DPD PKHI Bali, Grand Master Lan Ananda, yang dikenal sebagai tokoh utama di balik gerakan hipnoterapi berbasis edukasi di Bali.
Lan menyoroti tingginya angka bunuh diri di Bali yang menurut data 2023–2024 mencapai 3,07 per 100.000 penduduk, tertinggi secara nasional.
“Di balik keindahan pariwisata Bali, kita menyimpan luka mental yang belum banyak dibicarakan. Tekanan ekonomi pascapandemi, layanan kesehatan jiwa yang terbatas, beban adat, dan stigma sosial membuat banyak warga tak tahu harus mengadu ke mana,” jelasnya.
Menurut Lan, hipnoterapi bisa menjadi salah satu solusi alternatif yang aman, tidak menakutkan, dan justru sangat cocok dengan budaya Bali yang sarat dengan ritual batin dan ketenangan pikiran.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya soal terapi gratis, tapi membuka ruang pemulihan mental yang layak, tanpa stigma, dan dekat dengan nilai-nilai lokal. Ini adalah bentuk nyata upaya menyelamatkan hidup, secara manusiawi,” tegasnya.
Ia juga berharap agar gerakan serupa bisa diikuti oleh 7 DPC PKHI lainnya di seluruh Bali agar manfaat hipnoterapi bisa dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. (kanalbali/RLS)


