BULELENG, kanalbali.id – Perselisihan keluarga yang dipicu persoalan sepele berujung aksi kekerasan menggunakan senjata tajam di wilayah Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Seorang buruh harian lepas mengalami luka sayatan di bagian perut akibat dugaan penusukan oleh kerabatnya sendiri.Korban diketahui berinisial ABH (37) sementara terlapor atau pelaku berinisial RMW (37) yang masih memiliki hubungan keluarga sebagai kakak ipar korban.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan, bahwa kejadian tersebut terjadi pada Minggu (29/3) sekitar pukul 09.00 WITA di Jalan Seririt, Gilimanuk, Desa Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali.
“Kejadiannya pada tanggal 29 Maret dan dilaporkan tanggal 31 Maret, berawal dari perselisihan yang kemudian memicu emosi kedua belah pihak hingga berujung cekcok,” kata Iptu Yohana, Jumat (3/4).
Berdasarkan kronologi, peristiwa bermula saat korban mencari selang kompor gas miliknya yang tidak ditemukan. Setelah sempat menanyakan kepada ibunya, korban kembali ke rumah dan mencari di sekitar rombong bekas jualannya, namun tetap tidak berhasil menemukan.
Namun, situasi mulai memanas ketika kakak ipar korban atau pelaku datang dan meminta korban mengembalikan posisi rombong tersebut. Permintaan itu memicu adu mulut karena korban menuntut kejelasan terkait selang kompor yang hilang.
Kemudian, dalam kondisi emosi, korban sempat menendang kompor yang diduga berkaitan dengan selang yang dicari. Pelaku kemudian pergi, namun kembali lagi dengan membawa sebilah pisau. Setibanya di lokasi, pelaku diduga langsung mencekik leher korban dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya memegang pisau dan mencoba menusuk ke arah perut korban.
Namun beruntung, korban sempat menahan dan mengarahkan tangan pelaku untuk mencegah penusukan. Tetapi, setelah pegangan terlepas, pelaku kembali melakukan serangan hingga mengenai perut korban.
“Korban mengalami luka sayatan pada bagian perut sebelah kiri dan merasakan nyeri akibat kejadian tersebut,” imbuhnya.
Perkelahian akhirnya berhasil dilerai oleh warga yang datang ke lokasi. Korban kemudian dibawa oleh keluarganya untuk mendapatkan perawatan medis di bidan setempat di Desa Celukan Bawang.
“Tidak terima, korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dengan nomor LP/B/1/III/2026/SPKT/Polsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang/Polres Buleleng/Polda Bali, tertanggal 31 Maret 2026 untuk proses lebih lanjut,” ujarnya. (kanalbali/KAD)


