Waduh, Perbaikan Jalan Ambles di Tabanan Perlu Waktu 30 Hari

Jalan ambles di Tabanan, Bali - IST
Jalan ambles di Tabanan, Bali - IST

TABANAN, kanalbali.id – Dampak sosial dan ekonomi harus siap-siap dihadapi warga Bali akibat jalan ambles yang menimpa jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan.

Pasalnya, perbaikan jalan diperkirakan akan memerlukan waktu hingga 30 hari ke depan.

“Rencana teknis penanganan adalah dengan mengganti saluran menggunakan box culvert ukuran 2×2 meter, lalu mengembalikan kondisi perkerasan jalan. Estimasi pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 30 hari kalender,” terang Koordinator Bidang Komunikasi Tim Percepatan Pembangunan Bali 2025–2030, I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati dalam keterangan tertulisnya, pada Selasa (8/7).

Ia yang akrab disapa Gus Wawan, menyampaikan, longsor tersebut terjadi akibat runtuhnya saluran irigasi yang melintasi bawah badan jalan.

Informasi ini disampaikan berdasarkan laporan resmi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (Puprkim) Provinsi Bali.

“Saluran tersebut mengalirkan air dari sisi timur Pasar Bajera (arah utara) ke selatan. Runtuhnya struktur ini menyebabkan longsor sedalam sekitar 8 meter dengan tinggi muka air mencapai 1,8 meter,” kataya.

Ia menerangkan, bahwa kunjungan lapangan telah dilakukan oleh tim terpadu yang melibatkan Ditlantas Polda Bali, Dinas Perhubungan, Dinas PUPRKIM Provinsi Bali, Satker PJN Wilayah I Bali, serta Balai Pelaksana Transportasi Darat Wilayah II Bali. Satker PJN Wilayah I Bali saat ini sedang mengusulkan anggaran penanganan darurat ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.

Sementara itu, untuk menjaga kelancaran lalu lintas, telah dilakukan pengalihan arus bagi kendaraan ringan dan pribadi. Kendaraan dari arah Gilimanuk diarahkan ke utara dan keluar di timur Pasar Bajera. Sementara kendaraan dari arah Denpasar diarahkan ke kiri sebelum Indomaret dan keluar di barat Terminal Bajera.

“Langkah-langkah awal di lapangan juga sudah dilakukan, termasuk pemasangan rambu lalu lintas, pagar pengaman, penyiapan steel sheet pile, mobilisasi alat berat seperti excavator dan crane, serta penutupan aliran irigasi sementara. Box culvert 2×2 meter juga sudah disiapkan,” jelasnya.

Saat ini, pekerjaan yang sedang berjalan adalah pembersihan lahan dan pembuatan akses kerja di area pemasangan box culvert.

Wawan menegaskan, bahwa pemerintah serius menangani kejadian ini agar jalur utama Denpasar–Gilimanuk segera pulih, demi mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Sebelumnya, sebuah lubang raksasa muncul di jalan depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata mengatakan lubang di tengah jalan itu muncul sekitar pukul 16:00 WITA, Senin (7/7).

“Diduga jalan jebol diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan di bawah di jalan tersebut terdapat saluran irigasi,” kata Berata. (kanalbali/KAD)

Apa Komentar Anda?