Dengan Digitalisasi Masalah Habluminannas Tetap Berjalan di Tengah Pandemi

pixabay by Alexandra_Koch

SAAT ini kita berada pada posisi pandemi dimana dari sisi teknologi dan hubungan sosial kita dituntut untuk wajib memiliki digital skill. Kita wajib memiliki kecakapan untuk membangun sebuah komunikasi sehingga digitalisasi sangat penting di masa pandemi.

Andi Subandi SPD Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa Sumbawa Barat dan Kades Sapugara Bree mengatakan bahwa pandemi telah mengguncang berbagai sektor kehidupan dari bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lain-lainnya telah merasakan dampaknya dan memaksa kita untuk mengubah pola hidup yang sudah biasa kita jalankan sebelumnya.

“Dimulai dari menerapkan pola kehidupan lebih bersih dan sering mencuci tangan menggunakan masker hingga selalu menjaga jarak hingga dikeluarkannya kebijakan PPKM. Dan dari sisi komunikasi tetap berjalan melalui digitalisasi. Ini menjadi persoalan di masyarakat sehingga digitalisasi menjadi bagian sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap orang di masa pandemic,” ujar Andi dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis 30 September 2021.

Sehingga pola kehidupan menjaga jarak tidak lagi masalah karena komunikasi serta aktivitas kegiatan juga bisa berjalan.  Digitalisasi bukan sekedar simbol tapi lebih kepada bagaimana interaksi tidak menyentuh langsung kepada fisiknya sehingga apa yang menjadi kekhawatiran selama ini di tengah pandemi covid ada solusinya.

“Kita masih bisa berinteraksi walaupun secara tidak langsung tetapi lebih meyakinkan bahwa hubungan Habluminannas (hubungan dengan sesama manusia) kita tetap berjalan dengan pola-pola komunikasi lewat digitalisasi,” imbuh Andi.

Agar Bisa Menyesuaikan, Ini Karakteristik Generasi Alpha yang Wajib Diketahui Guru

Untuk itulah keterampilan kita dalam digitalisasi menjadi hal yang fundamental di tengah pandemi dalam perspektif kita sebagai warga masyarakat dengan segala macam aktivitas yang harus terus berjalan. Digital skill juga dibutuhkan oleh setiap individu untuk beradaptasi di zaman yang penuh dengan lautan informasi seperti sekarang ini.

Selain itu literasi digital bisa menjadi problem solving, sama pentingnya dengan membaca menulis dan pembelajaran ilmu lainnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi literasi digital.

Secara sederhana literasi digital diartikan sebagai kecakapan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai tipe format sumber sumber informasi yang lebih luas dan mampu ditampilkan melalui perangkat komputer.  “Kemampuan literasi digital menjadi menjadikan seseorang mampu mentransformasikan kegiatan melalui penggunaan perangkat teknologi digital,” jelasnya.

Selain Andi juga hadir pembicara lain berbagi wawasan tentang literasi digital yaitu Gabrilianty Nastiti Ayuningtyas, Spv Accounting Analyst, Astried Finnia Ayu Kirana dan Nard Geisha sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.