Ngeri! Ini Risiko yang Terjadi Jika Anda Menyepelekan Keamanan Data Pribadi

pixabay by StefanCoders

KEAMANAN data pribadi menjadi hal penting yang harus dijaga ketika menggunakan internet. Mengapa? Astried Finnia Ayu Kirana, Managing Director PT Astrindo Sentosa Kusuma, mengatakan jika keamanan data pribadi tidak dijaga dengan baik, Anda rentan menjadi korban pencurian identitas.

“Setelah mencuri identitas, pelaku bisa berpura-pura menjadi Anda dan menggunakan akun Anda untuk melakukan kejahatan,” tutur Astried, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Jumat 29 Oktober 2021.

Misalnya, pelaku menggunakan akun Anda untuk meminta uang kepada teman dan kerabat lewat media sosial. Contoh lainnya, pelaku menggunakan data perbankan Anda untuk membeli sesuatu secara online bagi dirinya sendiri.

“Yang paling bahaya, pelaku bisa mengirim email yang tidak diinginkan atau bahkan berbahaya ke kontak Anda,” papar Astried.

Untuk itu, penting bagi masyarakat umum memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Sebab, menjaga keamanan data pribadi adalah salah satu bentuk pemahaman literasi digital.

Kenali dan Hindari 5 Jenis Komentar Berujung Pidana

Di kesempatan yang sama, Maria Gabriela Windastuti seorang Praktisi, Akademisi, dan Aktivis Pendidikan Anak Usia Dini, mengatakan ada empat kemampuan literasi digital yang perlu diketahui oleh semua orang.

Pertama, adalah digital skills. Digital skills adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras serta piranti lunak dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, adalah digital ethics. Digital ethics adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, dan mengembangkan tata kelola digital dalam kehidupan.

Ketiga, adalah digital culture. Digital culture adalah kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, dan membangun wawasan kebangsaan dengan nilai pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di dunia maya.

Terakhir, adalah digital safety. Digital safety adalah kemampuan mengenali, menerapkan, menganilisis, menimbang, dan meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital.

“Makanya penting bagi pendidikan tentang literasi digital ini diberikan sejak dini, terutama anak di usia sekolah,” paparnya.

Dalam webinar kali ini hadir juga Shella Nadia (Owner dan CEO Artifashion) dan Putri Langi (key opinion leader).

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.