Ubah Mindset Untuk Lebih Kreatif, Inovatif dan Adaptif di Era Pandemi

pixabay by ptra

PERKEMBANGAN teknologi digital mengubah perilaku manusia pada hampir semua lini kehidupan.  Semua hal yang dahulu tak pernah terpikirkan akan kita pergunakan saat ini malah menjadi hal yang tanpanya kita tidak bisa beraktifitas atau bekerja.

Menurut Driana Rini, Blogger yang menjadi nara sumber dalam Webinar Literasi Digital yang digelar wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu 4 Agustus 2021, bahkan zoom meeting yang saat ini menjadi bagian keseharian anak sekolah, pekerja dan pebisnis 10 tahun lalu belum dikenal orang.

“10 tahun yang lalu tidak akan terbayang bisa bertemu orang dari seluruh dunia dalam zoom dalam satu ruangan digital seperti ini saling berinteraksi. Dunia digital membuat berubahnya cara berkomunikasi aktivitas sehari-hari, pekerjaan dan usaha,” ujar Driana dalam webinar yang dipandu oleh Eddie Bingky ini.

Ditambahkannya juga bahwa perubahan lain adalah dalam cara berkomunikasi, aktivitas sehari-hari, cara belanja online dan cara bertransaksi online. Juga dengan perkembangan dunia digital muncul pekerjaan dan usaha dan bidang usaha baru.

“Sekarang anak-anak masa kini banyak bercita-cita ingin jadi youtuber dan content creator karena dunia HP telah menjadi bagian dari hidup mereka saat ini,” ujarnya.

Untuk itulah saat ini ada tren pekerjaan di era digital di mana keahlian yang paling banyak dicari seperti social media specialist, copy writer, video creator, designer grafis dan data analyst.

Untuk itulah, kata Driana jika orang tidak bisa meningkatkan kecakapannya mengikuti kemajuan digital di era saat ini apalagi ditambah dengan pandemic maka akan sulit untuk berkompetisi di dunia kerja.

“Dari survei perusahaan jajak pendapat di Amerika diketahui bahwa akibat pandemi covid, 1 dari 2 orang di dunia mengalami berkurangnya pendapatan hingga kehilangan pekerjaan. Dari data statistik di Indonesia pun diketahui akibat pandemi jumlah pengangguran meningkat dari 5,23% menjadi 7,07% di Agustus 2020,” bebernya.

Jadi setiap orang saat ini perlu meningkatkan skill digitalnya. Ada beberapa skill praktis creative work yaitu online advertising communication, programmer, developer, website aplikasi engineering project, engineering systems, engineering data analisis dan sebagainya.

“Sekarang banyak platform untuk kita belajar apapun yang kita inginkan seperti belajar coding gratis dimana-mana tanpa harus bayar,” tuturnya.

Dikatakannya juga bahwa pandemic, meski banyak kabar buruk , bisa kita cari berkahnya.  Ada berkahnya di setiap keadaan yang tidak enak sebab kita harus optimis, kreatif tinggal. Tinggal kita bagaimana menyikapinya dan pandemic ini bisa jadi tantangan dan kesulitan menjadi peluang.

“Daripada menyerah, pilih untuk menjadikan semua kesulitan menjadi peluang karena banyak pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah. Ubah mindset untuk berpikir lebih kreatif, adaptif dan inovatif.”

pixabay by Goumbik

Upaya meningkatkan kualitas diiri ini dikatakan juga oleh Adinda Atika VP Business Development Fintech P2P Lending bahwa semakin canggih teknologi yang ada maka menuntut kita sebagai pengguna teknologi untuk meningkatkan kualitas dan skill diri kita sendiri.

“Mau tidak mau dengan kecanggihan teknologi saat ini kita juga harus mengimbanginya dengan kecakapan dan kita harus mengupgrade diri,” ujar Adinda.

Ditambahkan juga oleh Adinda bahwa kita juga perlu meningkatkan kecakapan diri untuk mampu melindungi ruang digital dari kejahatan dan pengaruh buruknya agar sisi positif bisa kita manfaatkan lebih maksimal dan tak harus terkena imbas sisi negatif yang juga ada hanya karena ketidakmampuan kita menghadapi ancaman bahaya.

“Ada beberapa cara mengamankan ruang digital kita yang sangat familiar yaitu dengan menggunakan password, finger print, two factor authentication, PIN,  anti virus,  firewall dan encryption,” ujar Adinda.

Selain itu, Adinda mengatakan data-data yang harus dilindungi dalam aktivitas kita di dunia maya adalah seperti Data identifikasi pribadi (Nik, Alamat, Nomor telepon), Data pembayaran Payment (Nomor Kartu kredit, CVV, Expiration date) dan Data kesehatan pribadi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Siberkreasi merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Dalam webinar kali ini hadir juga, dr. Luh Wayan Sriadi, Pemilik Putrimas Collection dan Bunga Harum sebagai Key Opinion Leader.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.