Perhatikan Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Teknologi Digital di Masa Pandemi Covid-19

pixabay by OrnaW

PANDEMI Covid-19 telah mengubah banyan sendi-sendi kehidupan. Di masa pandemi juga, dunia digital seakan menjadi andalan baru agar kehidupan sehari-hari tetap berjalan. Ini semua dilakukan gue mengurangi aktivistas luar ruang, dan menekan angka infeksi Covid-19 dj masyarakat.

Dikatakan oleh Direktur Utama PT Andara Lintas Indonesia Rio Mulyono, beberapa perubahan yang terjadi di masyarakat, utamanya terkait pergerakan ekonomi adalah kegiatan bisnis, kegiatan usaha dan kegiatan belanja.

Sebelum pandemi Covid-19, kata Rio, kegiatan bisnis umumnya banyak dilakukan di kantor, terjadi tatap muka dan kerap melakukan tanda tangan basah.

Sementara saat ini, kegiatan bisnis terpusat di dunia digital seperti rapat via aplikasi Zoom, paperless atau tanpa surat menyurat fisik, dan banyak menggunakan tanda tangan digital. Untuk itu, lanjut Rio, penting untuk memahami kelebihan penggunaan teknologi digital di masa pandemi Covid-19.

Berbicara salam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (6/8/2021), Rio memaparkan empat manfaat teknologi digital di tengah pandemi Covid-19.

Empat manfaat itu adalah aman, efisien, fleksibel dan memiliki jangkauan yang luas. “Aman berarti mengurangi risiko tertular Covid-19, karena tidak berinteraksi atau bertemu langsung dengan orang lain,” kata Rio.

pixabay by fernandozhiminaicela

Sementara efisien dapat terwujud karena dapat memangkas waktu, biaya dan tenaga yang biasanya terbuang saat perjalanan menuju kantor atau tempat bisnis. Itu juga terkait dengan keuntungan fleksibelitas, di mana ragam pekerjaan dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun.

“Dunia digital juga memungkinkan kita memiliki pasar yang semakin luas. Bisa lintas kota, provinsi bahkan lintas negara,” tambah Rio.
Meski memiliki manfaat, Rio tak menafik deretan kekurangan penggunaan teknologi digital seperti membutuhkan jaringan internet yang stabil, berkurangnya interaksi sosial, membutuhkan perangkat teknologi yang memadai dan menjadi lambat berarti tertinggal.

Selain Rio Mulyono, hadir juga dalam acara webinar yaitu Robby Wahyu Hutomo, senior security consultant Maxplus, Broery Doro Pater Tjaja, direktur pengembangan soft skill, kemahasiswaan dan alumni Universitas Halmahera, dan Sondang Pratama sebagai key opinion leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.