Menjadi Masyarakat yang Cerdas dan Berdaya Digital

pixabay by OmarMedinaFilms

GENERASI milenial dan Z merupakan dua generasi yang paling paham dan kesehariannya melekat dengan penggunaan teknologi. Keduanya dituntut untuk lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi di masa ini.

Ary Toekan, Wakil Ketua Agupena Flores Timur mengatakan, di era ini sudah sepatutnya kemampuan masyarakat diarahkan pada kecerdasan arus informasi digital dan adab saat bermedia sosial.

“Ketika kita sudah memiliki media sosia, kita harus bijak dan taat kepada aturan bermedia sosial. Kalau kita arahkan media sosial untuk hal baik, maka banyak manfaat yang kita dapatkan,” tutur Ary dalam Webina Literasi Digital di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/102021).

Di Flores Timur sendiri masyarakatnya senang menggunakan platform media sosial Facebook. Maka, bagi warga Flores Timur  bisa memanfaatkan Facebook untuk membagikan konten-konten yang menarik dan positif.

Setelah mengetahui aturan, kita bisa memaksimalkan potensi diri kita, melalui hobi, bisnis, pekerjaan, dan lainnya. Dari segi bisnis, media sosial dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengiklankan produk bahkan dapat dilakukan secara cuma-cuma.

Jangan Sembarangan, Begini Cara Pakai Internet Secara Positif

Beberapa kenalannya telah memanfaatkan media sosial untuk bisnis dan beriklan di sana, mencari klien, hingga publikasi karya. Sementara Ary sendiri mengatakan bahwa dirinya telah memaksimalkan media sosial untuk menulis buku, bahkan telah mencapai kancah mancanegara. Ia mengatakan, pemanfaatan seperti ini mencerminkan budaya media sosial yang cerdas.

Kemudian, di media sosial kita pun dapat membangun jejaring. Networking membuka peluang bagi orang lain untuk mengenali dan melihat potensi yang kita miliki. Dengan networking yang luas, Ary mampu untuk menulis sebuah buku antologi bersama teman-temannya dari berbagai negara.

“Di masa pandemi, kita harus mengupgrade diri kita, kemampuan, dan kualitas di bidang digital. Sudah banyak beredar pelatihan-pelatihan secara online. Swhingga kita jadikan media sosial sebagai guru,” ungkapnya.

Media sosial sebagai guru berarti kita menambah ilmu melalui media sosial. Kita bisa mencari informasi yang bermanfaat di dalamnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis (14/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Nannette Jacobus (Branding Strategist), Adji Srihandoyo (Business Development Director),  dan Denny Abal (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.