2 Bulan Lagi Analog Switch Off Tahap Kedua, Simak Tips Migrasi ke TV Digital Berikut 

Kenali Perbedaan dan Manfaat TV Digital, Ketahui Sinyal TV Digital di Daerah Tempat Tinggal, Bijak Memilih Perangkat Digital, Manfaatkan Fitur Canggih, dan Pindah ke TV Digital Internet makin lancar #kanalbali

Ilustrasi Penayangan Siaran TV Digital/ Foto: Kementerian Kominfo

JAKARTA, kanalbali.id – Migrasi siaran TV Analog ke Digital atau Analog Switch Off (ASO) tahap kedua rencananya akan digelar pada 25 Agustus mendatang yang menyasar 31 wilayah siaran.

Tahapan ASO sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Berbeda dengan tahap pertama yang dilaksanakan pada 30 April lalu, ASO tahap kedua lebih menyasar pada kota-kota besar di Indonesia. Seperti Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, termasuk wilayah Jabodetabek.

Bagi masyarakat yang wilayahnya akan memasuki jilid baru tahapan migrasi siaran TV analog ke TV Digital diharapkan tidak bingung menyimak tips berikut.

Dilansir dari siarandigital.kominfo.id, ada lima tips yang perlu diperhatikan sebelum beralih menggunakan siaran digital.

Lima tips tersebut antara lain Kenali Perbedaan dan Manfaat TV Digital, Ketahui Sinyal TV Digital di Daerah Tempat Tinggal, Bijak Memilih Perangkat Digital, Manfaatkan Fitur Canggih, dan Pindah ke TV Digital Internet makin lancar.

Pertama, Kenali Perbedaan dan Manfaat TV Digital. Masyarakat diharapkan memahami bahwa TV Digital tidak berbayar atau gratis dan penerimaan sinyalnya masih menggunakan antena UHF, sama seperti TV Analog.

“Nah itu yang masih banyak disalahtafsirkan masyarakat. Banyak yang menganggap perlu menggunakan internet seperti siaran di aplikasi,” imbuhnya.

BACA JUGA: Mau Cari Set Top Box? Pastikan Sudah Bersertifikat Kominfo 

Kedua, Ketahui Sinyal TV Digital di Daerah Tempat Tinggal. Masyarakat diajak memahami bahwa kualitas siaran TV digital sangat tergantung oleh kualitas sinyal yang diterima perangkat di rumah masing-masing, termasuk antena.

Dalam hal ini penerimaan siaran TV digital saat proses ASO masih berlangsung belum stabil atau belum sempurna karena penyedia multiplexing atau Lembaga penyiaran masih melakukan berbagai penyesuaian sinyal.

“Lembaga penyiaran sangat berhati-hati dalam sinyal dan memeriksa ulang siaran digital dari multiplexing. Kondisi itu akan terjadi sampai ASO sudah berakhir,” katanya.

Ketiga, Bijak Memilih Perangkat Digital. Masyarakat diharapkan tak perlu kuatir karena jenis TV apapun bisa menerima siaran digital, selama menggunakan set top box (STB).

Saat ini sudah ada 13 merk STB bersertifikat Kominfo tersedia di pasaran, dengan harga mulai dari Rp 160rb, tergantung merek dan fitur yang ada.

“Yang pasti perlu antena UHF sama seperti TV analog. Biasanya ada yang menawarkan antena digital tapi bisa juga antena biasa, yang perlu dilakukan reposisi atau merubah arah, menyesuaikan sinyal penerimaannya,”tuturnya.

BACA JUGA: Cara Cek Sinyal TV Digital Bisa Lewat Aplikasi

Keempat, Manfaatkan Fitur Canggih. Masyarakat diharapkan mengetahui sejumlah fitur canggih yang terdapat dalam STB, seperti peringatan dini kebencanaan atau early warning system (EWS), jadwal acara, pengaman siaran anak atau bimbingan Orang Tua, dan data casting untuk menyampaikan informasi dari pemerintah daerah atau instansi lainnya.

Kelima, Pindah ke TV Digital Internet Makin lancar. Masyarakat diajak memahami alas an penting dalam melakukan ASO. Diantaranya adalah memiliki teknologi yang jauh lebih baik dan menghemat frekuensi yang Sebagian bisa dialokasikan untuk pengembangan jaringan internet.

“Dengan migrasi ke digital ini kita akan menghemat frekuensi yang akan digunakan untuk internet, terutama pengambangan teknologi 4G dan 5G di telepon seluler. Jadi ada manfaat yang kita peroleh dalam ASO,” tandasnya. (Kanalbali/LSU)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.