Bisnis Online Jadi Peluang Baru di Masa Pandemi COVID-19

ilustrasi - Digital Marketing - pixabay

HALMAHERA – Bisnis online saat ini menjadi peluang menjanjikan sejak beberapa tahun silam. Terlebih sejak adanya pandemi Covid-19 setahun lalu, banyak masyarakat yang beralih atau membangun bisnis online mereka. Kemudahan yang ditawarkan marketplace dalam memasarkan produk inilah menjadikan masyarakat mulai beralih ke bisnis yang satu ini karena dianggap mudah dan tidak perlu membayar uang sewa toko.

Bahkan dari rumah saja sudah bisa menjalankan model bisnis yang satu ini. Akan tetapi, belum lama ini terjadi sebuah insiden dimana seorang ibu memarahi kurir karena merasa barang yang dia pesan berbeda dengan realita. Serta merta sang ibu pun memarahi kurir dan memintanya bertanggung jawab karena perbedaan foto pada gambar dan barang yang sesungguhnya.

Inilah yang menjadi pembahasan Kelly Oktavian selaku Chief Commercial Officer Riuh Renjana pada Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (16/6/2021). Dalam diskusinya Kelly menekankan bahwa meningkatkan reputasi dan kepercayaan dalam berbisnis online sangatlah diperlukan.

“Berkaca dari kasus yang sudah dibahas tadi, disini konsumen juga belum paham bahwa yang mengantarkan barang itu adalah kurir, bukan penjualnya. Kalaupun mau berkomentar silahkan kepada penjual,” kata dia membuka diskusi tersebut.

Akibat dari hal tersebut juga berimbas kepada toko onlinenya. Penilaian akan buruk, konsumen menganggap seller menjual produk yang tidak sesuai dengan deskripsi dan realitanya. Hal yang juga wajib diperhatikan oleh penjual online adalah kecepatan dalam membalas chat dari calon buyer.

“Banyak calon pembeli yang merasa tertarik akan suatu produk, dan mereka menanyakan ketersediaan barang, jika seller fast response, maka calon pembeli pun merasa toko Anda layak diperhitungkan,” kata dia.

Juga dijelaskan lebih lanjut, dalam membalas komentar dari ulasan pembeli pun seller diharapkan menggunakan kata sopan dan beretika. Jangan menganggap pembeli adalah teman, namun rekanan yang harus dijaga hubungan baiknya.

Kelly juga membagikan tips bagaimana sebuah toko online bisa terus konsisten di tengah persaingan yang sangat ketat ini. Menurutnya kunci sukses berjualan online adalah 6K. Pertama adalah konsep. Produk apa yang dijual, dan apa keunggulannya. Kedua adalah Konten, sajikan produk sesuai dengan deskripsi dan gambar. “Gunakan real photo agar calon pembeli bisa membayangkan produk yang Anda jual. Juga menghindari kekecewaan saat mereka menerima barang nantinya.”

Kemudian ada komunikasi, konsistensi, dan komunitas. Dikatakan oleh Kelly, keberhasilan suatu bisnis online juga dilihat bagaimana penjual menyampaikan deskripsi barang yang mereka jual kepada calon pembeli ketika ditanya pada kolom diskusi. Selain itu, dalam berbisnis online, konsistensi juga menjadi penting.

“Karena kalau Anda jualan hanya sekedar iseng atau tidak konsisten, sulit untuk berkembang pesat dan besar. Konsistensi dalam kecepatan menjawab chat calon pembeli juga wajib diperhitungkan,” tambahnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (16/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara lain yakni Alki Adi Joyo Diharjo (CEO Viding), Redrigo Mahura (Ketua Komunitas Kreatif Kota Tobelo), Rymond Novianus (Sekretaris Dinas Pemuda & Olahraga Kabupaten Halmahera Utara) dan Marizka Juwita (Blogger) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.