Hindari Kejahatan Digital: Jangan Buang Struk Transaksi ATM Sembarangan

pixabay by neshom

Pembatasan mobilitas yang diberlakukan pemerintah membuat jumlah transaksi online meningkat. Angka peningkatan diprediksi jauh lebih tinggi dari yang ditargetkan mengingat banyaknya kemudahan yang diberikan sejumlah bank dan makin meluasnya penggunaan teknologi di era digital.

Hal ini dikatakan oleh I Wayan Adi Karnawa, S.Kom, Relawan TIK Provinsi Bali dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa 24 Agustus 2021, bahwa semakin banyak orang saat ini yang mempergunakan transaksi online.

“Dari sisi kelebihannya banyak dan sejumlah keuntungan bisa didapat dengan pembayaran oline atau digital payment. Di antaranya adalah dari sisi keamanan, bisa dilakukan kapan saja, cepat, mudah dan hemat tenaga. Aman dalam arian kita tidak perlu membawa uang tunai yang rawan risiko kecurian,” ujar Wayan Adi dalam webinar yang dipandu oleh Claudia Lengkey.

Dijelaskannya juga bahwa saat ada sejumlah tipe digital payment yang sering digunakan adalah M Banking untuk cek sald,  suku bunga, mutasi, tranfer, cek lokasi atm dan bank terdekat, beli pulsa, bayar tagihan dan lainnya.

Yang kedua adalah Internet Banking, perbedaannya dengan M Banking adalah, Internet Banking mengakses di situs resmi bank. Di sini juga bisa mendapakan berbagai akses perbankan misalnya cek saldo transfer dan laiinya melalui situs resmi bank.

Selanjutnya ada SMS Banking, serupa dengan dua yang disebut sebelumnya, tapi SMS Banking juga bisa sebagai layanan perbankan dari bank ke nasabah dengan menggunakan pulsa. Ada juga E-money yang merupakan alat pembayaran yang memakai media elktronik contohnya Brizzi dari BRI,  Flaz milik BCA dan e-money daru Bank Mandiri.

Dengan begitu banyaknya tipe pembayaran online dengan segala kelebihan dan kekurangannya, ada beberapa tips dan trik untuk bertransaksi online agar aman. Tips dan trik ini cukup sederkana dan mudah diingat yaitu hati hati, teliti dan konfirmasi.

Hati hati maksudnya adalah jangan memberikan data kartu kredit atau debit kepada pihak yang tidak berkepentingan. Juga gunakan PIN untuk mengotorisasi transaksi kartu kredit dan debit di EDC serta ganti PIN atau password secara rutin.

Yang sering terjadi adalah kita menerima OTP tapi tidak transaksi. Kemungkinan akun yang bersangkutan telah digunakan orang lain tanpa izin. Jika begitu adanya maka yang harus kita lakukan adalah segera hapus kartu debit dari kartu kredit dari E-commercenya.

pixabay by WorldSpectrum

Yang patut diwaspadai adalah soal link tautan yang kerap kita terima. Untuk itu hindari klik tautan yang mencurigakan dari website, email atau pesan dari orang yang tidak dikenal. Dan selalu simpan kartu kredit dan kartu debit serta data informasi yang ada di dalamnya di tempat yang aman.

Kemudian hati hati juga soal login dengan menghindari login di perangkat yang bukan milik anda. “Gunakan komputer atau perangkat mobile pribadi saat bertransaksi online untuk mengurangi risiko pencurian pasword dan informasi pribadi lainnya. Biasakan untuk log on setelah log ini. Apalagi log in ditempat kompurer lain,” katanya.

Sementara itu terkait sikap teliti, dalam artian bahwa kita harus melakukan sejumlah hal seperti pantau histgori kartu kita rutin. Juga aktifkan notifikasi mutasei rekening, sms atau washap dan oastika alamat situs resmi linknya benar.

Selain itu sebelum menyetujui transasi pastikan jumlah transaksi yang tercantum sesuai dengan jumlah transaksi anda. Dan simpan bukti transaksi untuk dicocokkan dengan tagihan yang anda terima dikemudian hari.

“Awasi selalu gawai /device anda dan log out semua akun ecommere setelah selesai digunakan. Biasakan untuk tidak membuang struk atau kitir sembarangan ketika melakukan transaksi atm di lokasi, bawa pulang lebih baik atau hancurkan dulu agar data yang ada di kitir tidak dimanfaatkan orang lain,” ungkapnya.

Selain I Wayan Adi, juga hadir pembicara lain yaitu Rizky Rahmawati Pasaribu, SH, LL.M, Managing Partnder Law Office Amali & Ass, Nannette Jacobus, Relawan Kemanusiaan & Content Creator dan Ichal Muhammad sebagai Key Opiniom Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (knalbali/rls)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.