Penting untuk Diketahui, Ini Keuntungan dan Kerugian Transaksi Digital

pixabay by fotoblend

PERKEMBANGAN teknologi pada sektor perbankan memungkinkan masyarakat melakukan transaksi digital saat ini.

Ika Febriana Habiba, CX Manager PT Digital Tunai Kita, mengatakan bahwa seperti teknologi lainnya, transaksi digital juga memiliki keuntungan dan kerugian.

“Keuntungan utama adalah praktis. Sekarang mau transfer uang, mau belanja online, ataupun bayar tagihan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja,” paparnya dalam Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kepulauan Tidore, Maluku Utara, Kamis (26/8/2021).

Selain lebih mudah dan praktis, transaksi digital juga membuat arus keuangan lebih terpantau. Lewat aplikasi misalnya, kita bisa melihat apa saja yang sudah kita belanjakan dan bayar.

Transaksi digital juga memiliki lebih banyak promo, baik berupa diskon atau cashback. Soal kerugian, Ika mengatakan yang paling sering dikeluhkan adalah seputar belanja online, yakni tidak bisa melihat produk yang akan dibeli.

“Kalau di toko kan kita bisa lihat, misalnya mau beli baju, bisa kita lihat modelnya, kita pegang bahannya. Kalau belanja online kan kita cuma bisa percaya sama apa yang dikatakan penjual,” paparnya lagi.

Belum lagi risiko kejahatan siber yang mengintai, serta lonjakan pengeluaran akibat tidak mampu mengatur keuangan.

pixabay by rupixen

“Makanya kita perlu mengatur limit transaksi keuangan. Dikasih budget misalnya untuk biaya rumah tangga sekian, makan sekian, senang-senang sekian, sehingga tidak bablas begitu saja,” ujar Ika.

Pada kesempatan yang sama, Agus Jamiatul selaku General Manager TC Invest mengatakan daripada dibelanjakan, pendapatan bisa dialihkan untuk ditabung atau investasi.

Investasi dikatakannya bukan sekadar menyimpan uang dan mendapatkan bunga. Bagi sebagian orang, investasi bisa jadi cara mendapatkan pemasukan pasif.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar kali ini juga menghadirkan pembicara lain yaitu Agustina Anreimi Yunus seorang Pemerhati Lingkungan dan Putri Masyita selaku key opinion leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.