Alternatif Marketing Digital untuk Pariwisata Labuan Bajo

MANGGARAI BARAT – Di tengah situasi pandemi, seluruh sektor kehidupan di indonesia harus memanfaatkan kreasi dan kreativitas agar roda perekonomian di segala bidang dapat tetap berjalan.

Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo mayoritasnya sudah memanfaatkan digitalisasi. Diiringi dengan travel agent yang menggunakan website sebagai media promosi.

“Selain sudah terhubung ke ekosistem digital berbasis e-commerce. Ada juga beberapa yang sudah terhubung ke marketplace, khususnya pelaku ekonomi kreatif yang menjual souvenir,” tutur Muhammad Buharto, Travel Planner & Pegiat Virtual Tour Labuan Bajo, dalam acara Webinar wilayah Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (22/6/2021)

Ungkap Buharto, meskipun banyak pariwisata di Labuan Bajo sudah menggunakan ekosistem digital, untuk penjualan souvenir masih sedikit yang dijual langsung dari wilayah Labuan Bajo itu sendiri.

Selama masa pandemi, di wilayah Labuan Bajo terdapat upaya kreatif dari para pengelola desa wisata untuk beralih ke digital. Masyarakat muda di sana membuat paket wisata dan menjualnya secara online.

Tren belakangan ini juga terhubung dengan program Bakti Kominfo yang membuat pelatihan on-boarding paket wisata ke beberapa wilayah Flores. Hal ini sangat positif, di mana kesadaran pemanfaatan internet berbasis kreativitas mulai membaik.

ilustrasi – Digital Marketing – pixabay

Buharto menuturkan, virtual tour ini bukan untuk menggantikan tour yang sebenarnya. Ada yang belum pernah ke Labuan Bajo dan mengikuti virtual tour ini untuk mengetahui isinya. Sebaliknya, ada yang sudah berkunjung dan ingin bernostalgia dengan virtual tour. Media sosial Tiktok juga cukup berperan sebagai media promosi untuk wilayah Labuan Bajo.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (22/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Richy Hendra (Sr. Security Consultant PT Maxplus), Melani Subono (Musisi & Aktivis), Raisa Lestari Niloperbowo (Head of International Tourism Promotin for Labuan Bajo Flores), dan Fisca.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.