Cerita Kapolres Buleleng, Tegur Guru dan Siswa yang Abai Prokes Saat PTM

Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto saat memantau pelaksanaan PTM. IST

BULELENG – Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap SMA di Buleleng yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Ia pun terkejut saat salah satu sekolah yang ia kunjungi yakni SMK Negeri 1 Singaraja masih ditemukan guru dan siswa abai protokol kesehatan.

“Salah satu Kelas 10, di ruang Kelas Teori UPW 3, jarak antara siswa berdekatan dan ada siswa serta guru yang melepas masker,” kata Andrian dalam keterangannya, Sabtu (9/10/2021).

Melihat guru dan murid masih ada yang abai protokol kesehatan, Adrian mengaku, pihaknya langsung menegur siswa dan guru yang berada di dalam kelas.

Ia meminta agar menjaga jarak dan memakai masker.

“Tolong pakai masker yang baik apalagi dalam satu ruangan dan jangan mengabaikan prokes Covid-19” kata dia.

Selain di SMK I Singaraja, Andrian juga menggelar sidak di SMA Negeri I Singaraja. Disana, Andira juga menemukan siswa yang tepat menggunakan masker.

“Beberapa siswa tidak menggunakan masker dengan benar dan tepat yaitu tidak menutupi hidung namun secara umum atau keseluruhan sudah menggunakan masker dengan benar dan baik,” kata dia.

Atas dasar itu, Andrian mendorong pihak sekolah untuk terus memantau penerapan protokol kesehatan.

“Pihak sekolah harus tetap dengan ketat memperlakukan prokes Covid-19, mulai dari mencuci tangan dengan sabun disaat air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun,” pungkasnya

Perkembangan kasus Covid-19 di Buleleng sendiri terus menunjukkan grafik yang membaik. Per Jumat (8/10/2021) kemarin, terdapat 7 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.

Pasien yang berasal dari Kecamatan Busungbiu 1 orang, Kecamatan Sukasada 1 orang, Kecamatan Sawan 4 orang, dan Kecamatan Banjar 1 orang.

Kasus konfirmasi baru tercatat seorang dari Kecamatan Tejakula. Dilihat dari data di atas, kasus konfirmasi kumulatif di Buleleng 10.407 orang, dengan rincian sembuh 9.849 orang, meninggal 530 orang, dan sedang dalam perawatan 28 orang.

(ACH. FAWAIDI) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.