Memanfaatkan Media Sosial untuk Promosi Kuliner Nusantara

DENPASAR – Teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai pengenalan budaya ke jangkauan yang lebih luas hingga seluruh penjuru dunia. Menggunakan literasi digital, informasi mengenai suatu budaya dapat disebarkan di platform digital.

Bernadus Dian Adi mencoba mengenalkan budaya dan kuliner memanfaatkan literasi digital. Peluang mengenalkan budaya dan kuliner  melalui platform digital sangat besar, karena Indonesia memiliki keragaman jenis masakan dan makanan.

“Cara membangun literasi digital melalui story telling. Menurut saya, story telling cara paling mudah untuk membangun kapabilitas dalam literasi digital. Misalnya, dapat menceritakan kuliner yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti teh. Teh dari berbagai daerah di Indonesia pasti rasanya berbeda satu sama lain,” ujar Bernadus Dian Adi, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, di wilayah Kota Denpasar, Bali, Jumat (25/6/2021).

Selanjutnya, dapat diceritakan juga bagaimana cara mengolah. Sejarah dari makanan tersebut juga dapat menjadi literasi digital yang memperkenalkan budaya.

Tentukan platform digital yang kalian kenal dan kuasai. Lalu, menulis konten pada media tersebut dengan konsisten.

“Misalnya di Instagram banyak penggunanya terus circlenya banyak aktif di sini. Aku juga harus aktif di Instagra. Tidak harus seperti itu. Kalau pun memang aktifnya di platform lain, tidak apa-apa. Paling penting adalah konsistensi untuk memproduksi konten,”

Bernadus Dian Adi memaparkan beberapa platform untuk mengunggah konten digital. Di antaranya, blog dan media sosial (fitur stories).

Blog menjadi platform yang tantangannya paling sulit. Memiliki kelebihan mampu bertahan lama dan berguna untuk memperkuat dan meningkatkan kredibilitas penulis. Namun, upaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit, seperti analisa dan tulisan yang panjang.

Menggunakan fitur stories pada media sosial lebih mudah, seperti Whatsapp dan Instagram juga dapat menjadi tempat memproduksi konten dalam waktu yang singkat. Kebiasaan untuk membuat konten sendiri itu penting, karena  hal itu  akan mempermudah nantinya jika kita ingin mengolah konten.

Webinar wilayah Kota Denpasar, Bali, Jumat (25/6/2021) yang menghadirkan pembicara Robby Wahyu (Sr. Security Consultant Maxplus), Bernadus Dian Adi (Digital Account), Putu Trisna Hadi Permana S. (Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Alfa Prima), dan Ni Putu Dwi Verayanti Utami (Professional MC, TV Host, Presenter, Announcer, dan Lecturer), dan Putri Masyita.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di seluruh Indonesia, agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan dan tantangan digital. Diselenggarakan secara virtual di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten. Melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik literasi digital agar Indonesia semakin cakap digital.

Dengan mengedepankan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills). (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.