Tips Agar Tidak Tertipu Investasi Bodong

MALUKU TENGAH – Perkembangan teknologi ternyata dapat mengubah cara pandang seseorang untuk berinvestasi. Investasi yang dulunya dilakukan dengan bantuan broker, kini sudah bisa dilakukan sendiri secara online. Media yang digunakan pun cukup sederhana, yakni menggunakan ponsel pintar atau laptop. Dengan kemudahan ini, seseorang dapat memantau perkembangan investasinya darimana saja dan kapan saja.

Sebelum masuk lebih jauh tentang apa itu investasi online dan apa saja platformnya, kenali dahulu tujuan Anda dalam melakukan hal ini. Jangan karena melihat seseorang sukses melakukan investasi online, Anda pun jadi ikut-ikutan. Pasalnya, jika Anda tidak memiliki wawasan luas mengenai hal ini, investasi online justru akan membawa dampak buruk.

“Kenali dulu tujuan investasi online untuk apa? Apakah untuk hari tua atau hal lain. Yang pasti jangan karena ikut-ikutan saja,” kata Teguh Kurniawan Harmanda selalu COO Tokocrypto dalam paparannya di Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Jumat (25/6/2021).

Dijelaskan lebih lanjut, sebelum memilih instrument dalam investasi online, ada baiknya masyarakat mengetahui perbedaan legal dan ilegalnya. Investasi online legal, sudah pasti harus memiliki izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau Bappebti sehingga mekanismenya bisa berjalan dengan baik. Kemudian selain OJK dan Bappebti ada regulator Kominfo yang mengatur sebagai penyedia sistem elektronik (PSE) sehingga penggunaan data dan informasi mengikuti peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Terdapat kapasitas hukum dan perlindungan terhadap investor dari pemerintah,” sambungnya.

Lalu ciri investasi illegal yang pasti perusahaan tidak terdaftar di OJK atau Bappebti. Kedua, pemain akan bebas menentukan sendiri aturan mainnya, sehingga berbahaya untuk investor karena tidak ada acuannya. Ketiga, data dan informasi pengguna dapat disalahgunakan tanpa sepengetahuannya, dengan tujuan lain yang bisa merugikan.

“Pemerintah tidak dapat mengontrol dan mengawasi jika terjadi hal yang mencurigakan.”

Dijelaskan lebih lanjut, menurut Teguh, saat ini masyarakat juga harus paham dengan jenis penipuan asset kripto. Dimana jual beli asset kripto saat ini sudah banyak beredar tanpa izin resmi dari Bappebti. Ciri-cirinya adalah pedagang fisik aset kripto, dengan hanya menampilkan sertifikat penyelenggara sistem elektronik kemudian menjanjikan keuntungan tetap dari jual beli koin yang diciptakan oleh perusahaan tersebut.

“Selain itu, mereka juga menggunakan skema Piramida (MLM) dengan menjanjikan bonus dan komisi. Mereka juga menggunakan skema ponzi (Money game) dengan kedok jual beli koin,” papar Teguh lebih lanjut.

Lalu bagaimana tips sebelum memulai investasi online agar tidak tertipu atau terkena investasi bodong? Dikatakan oleh Teguh bahwa sebelum memulai investasi, ada baiknya masyarakat mengecek segala legalitas dari platform investasi yang dipilih. Tentukan tujuan dari investasi, pahami profil risiko pribadi, memantau perkembangan investasi secara teratur. Melakukan diversifikasi atau pembeda jenis investasi, dan jangan terpengaruh dari omongan orang lain yang tidak punya kapasitas menjelaskan tentang jenis investasi tersebut.

“Setelah paham dengan segala risiko dan sudah memiliki tujuan, barulah Anda mulai mencari jenis-jenis investasi online itu apa,” sambungnya.

Adapun jenis-jenis investasi online yang aman digunakan adalah, reksadana, P2P lending,  obligasi negara retail, saham, emas, forex, dan asset kripto.

“Aset kripto adalah asset digital dengan memanfaatkan sebuah teknologi blockchain yang bisa diperdagangkan, ditransfer, dan dapat digunakan untuk tujuan investasi,” tutupnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Jumat (25/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara lain yakni Didiet Maulana (Edukator Wirausaha), Sembi Singadji, S.Kom (Ketua Himppunan Teknologi Informatika), Masyhuri Maswatu (Sekretaris Wilayah GP Ansor Maluku), dan Sondang Pratama (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.