Ingin Mulai Berinvestasi Digital, Awali Dengan Belajar

pixabay by mygreexampreparation

INVESTASI di sebuah masyarakat hari ini menjadi sebuah keharusan. Sebab belajar dari badai pandemic yang terjadi saat ini, kita memang tidak bisa memprediksi masa depan, kejadian apa yang bisa datang. Sebab hasil investasi bisa kita pakai untuk masa-masa krisis.

Menurut Andrew Paulo seorang Forex Trader dalam Webinar Literasi Digital wilayah Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kamis 28 Oktober 2021, semua jenis investasi berjalan dengan normal saat ini. “Karena orang-orang sekarang pada umumnya sudah mengerti aturan mainnya atau pola permainan nya,” ujar Andrew dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.

Untuk memulai investasi, lanjut Andrew, sebagai investor kita memang harus belajar seluk beluknya terlebih dahulu. “Jadi saya tidak bisa bilang mana yang bisa lebih menguntungkan, apakah saham atau yang lainnya. Sebab belum tentu Reksadana lebih kecil daripada saham, karenanya kita memang sebagai investor harus belajar,” imbuhnya.

Untuk mengetahui bisa dimulai dengan memahami pa itu investasi. Menurut KBBI kamus besar Bahasa Indonesia, investasi itu adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Sementara menurut PSAK nomor 13 (peraturan standar akuntansi) investasi adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan melalui distribusi hasil investasi seperti bunga royalti dividen dan uang sewa.

“Jadi investasi itu adalah suatu aktiva atau harta yang digunakan perusahaan atau perorangan dan ke dalam suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan guna menambah kekayaan,” jelasnya lagi.

Perlukah Mengubah Kurikulum Pendidikan di Era Digital?

Sementara itu prinsip investasi adalah kepercayaan yaitu adanya kepastian hukum. Karena kita tinggal di Indonesia yang memiliki hukum yang berlaku, jadi produk yang ditawarkan itu tidak melanggar norma hukum.

Meski begitu  akan banyak juga yang melanggar hukum seperti judi online. Jadi pastikan industri-industri itu memiliki kepastian hukum dan perusahaan itu resmi dari pemerintah Indonesia.

Prinsip yang lain adalah reputasi, sebab penyedia jasa itu sudah terdaftar atau diverifikasi oleh lembaga yang ada di Indonesia yang mengatur masalah keuangan. Ada Bank Indonesia,  OJK atau Bappebti. Dan semua calon investor bisa cek perusahan-perusahan itu apakah terverifikasi oleh lembaga-lembaga tersebut.

Karena dengan diversifikasi oleh pemerintah maka pemerintah hadir untuk mengatur hak kita sebagai investor. Dan juga penyedia jasa nya tidak bisa memberikan janji-janji palsu yang bisa dana-dana bodong dan dikelola dengan tidak benar. Selain itu prinsip lainnya adalah Risiko, Perencanaan dan Modal.

Selain Andrew, pembicara lain yang hadir adalah Broin Tolok, Pimred Audiens.id dan Chanel Youtube Legan TV, M Dedy Gunawan, Ketua Bidang Koperasi dan UMKM HAPI dan Marizka Juwita sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALBALI/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.