DENPASAR- Pemerintah Kota Denpasar menyasar 65.000 orang anak berusia 6 – 11 tahun untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19. Setelah sebelumnya melakukan vaksinasi untuk remaja berusia 12 hingga 17 tahun.
“Vaksinasi anak usia 6-11 tahun atau di rentang usia sekolah dasar juga sangat penting untuk meminimalisir perasaan was-was para orang tua,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sri Armini , (Selasa, 23/11/2021).
Menuturnya, saat ini pembelajaran tatap muka di sekolah sudah mulai dilaksanakan dan anak-anak rentan beraktivitas di luar rumah. Terkait hal itu, Dinas Kesehatan Kota Denpasar mengaku sudah melakukan pendataan terkait jumlah anak di Denpasar usia 6 – 11 tahun, dan terdata sebanyak 65 ribuan anak yang akan mengikuti vaksinasi yang digelar dengan berbasis sekolah.
“Vaksinasi anak di Denasar ini akan kami gelar dengan cara berbasis sekolah. Karena anak usia ini pasti sudah sekolah di SD. Kami akan sasar SD dan MI yang ada di Denpasar,” tambahnya.
Sementara itu, untuk pelaksanaan vaksin anak ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pusat.
“Untuk pelaksanaannya kami masih menunggu petunjuk teknis, termasuk jadwal vaksinnya kami masih menunggu. Meski begitu, kami sudah melakukan pendataan jumlah yang menjadi sasaran vaksin,” katanya.
Sampai saat ini, total kumulatif pelaksanaan vaksin Covid-19 di Denpasar yakni dosis pertama sebanyak 833.296 orang atau 145,7 persen, dosis kedua 712.939 orang (124,7 persen) dan dosis ketiga 14.000 orang (116,4 persen).
Adapun kumulatif petugas medis dan non medis yakni dosis pertama sebanyak 19.784 orang (164.4 persen), dosis kedua 19.136 orang (159,0 persen), dan dosis ketiga 14.000 orang (116,4% persen)
Untuk kumulatif lansia yakni dosis pertama 53.092 orang (99,3 persen), dosis kedua 47.408 orang (88,7 persen). Kumulatif pelayanan publik untuk dosis pertama 276.830 orang (378,2 persen), dosis kedua 248,676 orang (339,6 persen).
Kumulatif masyarakat umum dan rentan untuk dosis pertama sebanyak 380,905 orang (104,4 persen), dosis kedua 303.378 orang (83,1 persen). Serta kumulatif remaja untuk dosis pertama sebanyak 102,683 orang (150,6 persen), dan dosis kedua 94.341 orang (138,4 persen). (Kanalbali/Luh Putu Sugiari)



Be the first to comment