KLUNGKUNG, kanalbali.id – Cara pengolahan sampah yang diterapkan Kabupaten Klungkung Bali, yang mendapat penghargaan sebagai top lima inovasi nasional, menjadi perhatian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ( PANRB), Abdullah Azwar Anas.
“Ini pantas dicopy dan diterapkan secara menasional,” katanya saat mengunjungi pengolahan sampah TOSS Gema Santi di Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali, Kamis (29/12/2022) bersama istrinya Ipuk Fiestiandani yang merupakan Bupati Banyuwangi.
Menteri disambut Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama Ayu Suwirta serta pejabat dilingkungan pemkab Klungkung.
BACA JUGA: Saharsa Warsa Batuan dan Batuan Music Festival Sukses Digelar di Bali
“Saya baru pertama kali bertugas untuk ke Bali dan langsung ketempat ini untuk melihat langsung yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah, yang sudah sesuai dengan arahan presiden RI, contoh bagaimana birokrasi berdampak untuk rakyat salah satunya dengan penanganan sampah,” terangnya.
Menurutnya, sampah menjadi permasalahan pelik dan kerap menimbulkan masalah dan mengganggu pariwisata. Sehingga dengan cara pengolahan sampah yang dilaksanakan oleh Kabupaten Klungkung, dijadikan percontohan untuk kemudian diterapkan di daerah lainnya.
“Pada waktu tertentu sampah akan datang meluber ke utamanya sampah pantai, bahkan saat masih jadi Bupati Banyuwangi kita saling tuding bali bilang sampah dari Banyuwangi, dan kami menyebut sampah datang dari Bali,” katanya.
Biasanya ketiga ada kunjungan keluar negeri, kata dia, disuguhkan dengan sungai dan laut yang bersih. Untuk itu, pengolahan sampah seperti ini tepat dilaksanakan.

“Dari kata pak Bupati tadi saya tertarik, daerah tidak lagi membeli pupuk kompos tapi sudah ada gratis bahkan dibagikan kepada petani,” tandasnya.
Sementara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan Inovasi Toss Center Gema Santi ini sudah ditetapkan sejak tahun 2017 silam dan berkali-kali mendapat penghargaan inovasi nasional. “Tahun ini masuk dalam top lima besar inovasi nasional,” katanya.
Program TOSS dengan pengolahan sampah terpadu mengolah dari sampah organik menjadi pupuk yang digratiskan kemasyarakat juga mengolah sampah plastik menjadi barang berguna. Selain itu juga diciptakan pupuk cair.
“Sementara untuk desa juga diterapkan seratus persen TOSS desa, dari 53 desa di Kabupaten Klungkung, saat ini sudah 44 desa yang menerapkan sisanya masih tahap pembangunan,” katanya.
Selain mengunjungi inovasi pengolahan sampah, menteri PANRB RI juga mengunjungi koperasi unit desa dengan inovasi beli mahal jual murah untuk mensejahterakan petani local. Khususnya dalam penjualan gabah dan beras yang langsung dibeli daerah, melalui KUD.
Kunjungan yang didampingi oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta tersebut bertujuan melihat bagaimana kesuksesan inovasi dalam memberikan dampak kepada masyarakat, salah satunya pengentasan kemiskinan.
Kedua inovasi ini juga telah mendapatkan penghargaan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP), dimana TOSS mendapatkan penghargaan Top 5 Outstanding Achievement Public Service Innovation pada KIPP 2022, dan Bima Juara mendapatkan Top 40 KIPP 2018. (kanalbali/KRI)



Be the first to comment