DENPASAR, kanalbali.id – Sebanyak tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali, dipulangkan dari Lebanon karena demi keselamatan, akibat situasi Lebanon yang mencekam lantaran menjadi sasaran serangan Israel.
Ketiga PMI asal Bali itu ialah Ni Kadek Sriari, Ketut Septiani dan Ni Luh Suarnadi. Mereka berasal dari Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Gianyar, Bali.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan mengatakan, untuk penjemputan PMI asal Bali, dilakukan oleh kedutaan yang ada di Lebanon dan lalu nantinya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, dan mereka akan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, hari ini sekitar pukul 15:00 WITA dan mereka telah dievakuasi dan tiba di Bandara Soetta Tangerang, pada Senin (7/10) kemarin.
“Untuk tiba estimasi kalau dilihat dari jadwal sekitar jam tiga. Nanti, kami ada tim satgas PMI, artinya berkoordinasi dengan perwakilan Pemkab Gianyar dan Pemkab Buleleng untuk menerima di bandara dan nanti diserahterimakan ke kabupaten Buleleng dan Gianyar,” kata Setiawan, di Gedung DPRD Bali, Selasa (8/10).
Ia menerangkan, ketiga PMi asal Bali itu bekerja sebagai SPA terapis dan sejauh ini kondisi mereka baik dan sehat,”Karena cepat situasi evakuasi yang dilakukan oleh kementerian dengan cepat aman dan sudah di Jakarta dan nanti siang sudah balik ke Bali,” imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, terkait berapa banyak PMI asal Bali yang bekerja di Lebanon khususnya di daerah Negara-negara Timur Tengah, pihaknya belum mendapatkan data pastinya dan masih berkoordinasi dengan pihak terkait dan tidak semuanya PMI asal Bali masuk dalam sistem Satu tempat untuk semua layanan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Siskotkln).
“Jadi kita tetap berkoordinasi, karena tidak semuanya masuk dalam sistem siskotkln. Artinya, kita dengan BP3MI salah satu satgas PMI yang di Bali itu sedang update ada beberapa PMI kita di daerah timur tengah,” jelasnya.
Namun menurutnya, untuk PMI asal Bali yang bekerja di Lebanon khususnya di timur tengah sejauh ini tidak begitu banyak. Tetapi pastinya akan melakukan pengecekan di sistem siskotkln.
“Kalau ke arah timur tengah mestinya tidak begitu banyak. Apalagi, daerah potensi konflik cuman kita perlu data akurat dari sistem di siskotkln di BP2MI,” ujarnya.
Setiawan juga belum memastikan, apakah kedepannya akan ada lagi PMI asal Bali yang dipulangkan dan nantinya akan melakukan update data berapa banyak PMI asal Bali yang berada di Lebanon. Tetapi, yang jelas pemulangan PMI asal Bali dari Lebanon karena untuk mitigasi keselamatan bagi para Warga Negara Indonesia (WNI).
“Iya mau tidak mau mitigasi. Supaya tidak terdampak karena ini kan force majeure (resikonya) ada perang jadi untuk keamanan. Kalau membaca di berita kan masih ada bertahan, karena mungkin menganggap tidak terdampak. Tapi ini kan pertimbangan mitigasi dari kementerian, sebaiknya memang dievakuasi,” ujarnya.
Seperti diketahui, kondisi di Lebanon semakin memanas imbas serangan darat yang dilakukan oleh Israel untuk menyerbu Hizbullah. Pemerintah Indonesia mengevakuasi warganya, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi. (kanalbali/KAD)



Be the first to comment