DENPASAR, kanalbali.id – Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali, Crisna Adijaya mengatakan, bahwa kemarin sudah segera diklarifikasi segera dan video sudah di takedown.
“Kemudian, atas klarifikasi sekolah dan artis yang diundang itu akhirnya kita sudah mengerti bagaimana kejadian itu,” kata Crisna saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2025).
Berani Lapor Kejahatan Siber
Saat ditanya terkait DJ Sexy itu apa ada aturannya di lingkungan sekolah. Ia menyebutkan, bahwa untuk pakaian seksi itu bukan dari siswa tapi dari pihak artis.
“Yang terlihat seksi itu bukan siswa tapi artis yang pakai baju siswa. Sebenarnya kegiatan kreativitas itu diinisiasi oleh para siswa yang akan lulus,” ujarnya.
BACA JUGA: Desa Wisata di Buleleng Raih Penghargaan Trisakti Tourism Award 2025
Ia menyebutkan, bahwa di sekolah-sekolah memiliki norma-norma dan adab juga. Dan Disayangkan ada ekspresi berlebihan saat acara itu seharusnya itu kreatif musik saja.
“Kalau kami dari dinas kami berharap sekolah lain banyak melakukan perpisahan dgn cara-cara yg baik misal, bakti sosial, perpisahan dengan guru yang sesuai norma-norma yang berlaku di Bali,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa kejadian ini pertamakali di Bali dan pihaknya telah melakukan langkah cepat dan telah mengevaluasi dari berbagai macam prespektif dari berbagai pihak.
“Ternyata setelah kita dengarkan penjelasan berbagai pihak ini, ada kreativitas yang sedikit berlebihan dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Pihaknya juga sudah langsung menghubungi pihak sekolah dan untuk memanggil semua pihak dan menjelaskan kronologisnya seperti apa.
“Kami sudah mengantongi klarifikasi dari artis maupun pihak sekolah. Evaluasi internal kami berencana akan mengundang dalam waktu dekat semua sekolah SMK agar bisa menjadi pembelajaran kita bersama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, untuk kedepannya sekolah-sekolah SMK di Bali untuk acara perpisahan akan lebih mengarah ke acara sosial dan budaya.
“Saya pikir sanksi tidak sampai kita berikan. Karena pendidikan itu sebaiknya tidak berbasis sanksi tapi berbasis pembelajaran,” ujarnya. (“)



Be the first to comment