AAUI Gelar Indonesia Rendezvous ke-29, Ajang Terbesar Industri Asuransi

Ki-ka: 1. Cipto Harto - Direktur Eksekutif AAUI 2. Trinita Situmeang - Wakil Ketua AAUI 3. Budi Herawan- Ketua AAUI 4. Ogi Prastomiyono - Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan 5. Muhammad Iqbal - Wakil Ketua AAUI - IST
Ki-ka: 1. Cipto Harto - Direktur Eksekutif AAUI 2. Trinita Situmeang - Wakil Ketua AAUI 3. Budi Herawan- Ketua AAUI 4. Ogi Prastomiyono - Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan 5. Muhammad Iqbal - Wakil Ketua AAUI - IST

NUSA DUA, kanalbali.id – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) kembali menyelenggarakan ajang tahunan terbesar bagi industri asuransi umum dan reasuransi di Indonesia, yaitu Indonesia Rendezvous (IR) ke-29.

Acara akan berlangsung di Bali International Convention Centre (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali.

Dengan mengusung tema “Empowering Trust: Connecting the World of Insurance and Reinsurance”, kegiatan ini menjadi wadah utama bagi pelaku industri asuransi untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong transformasi berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

Indonesia Rendezvous tahun ini diikuti oleh lebih dari 1.000 pelaku industri dari 20 negara yang berbeda.

Sejak pertama kali diselenggarakan, Indonesia Rendezvous telah menjadi forum bergengsi tingkat internasional yang mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, serta mitra global dalam membahas isu strategis industri asuransi dan reasuransi.

Pada tahun ini, Indonesia Rendezvous dihadiri oleh peserta dari lebih dari 20 negara, termasuk Australia, Bahrain, Caymand, China, France, Germany, dll. Dimana tahun sebelumnya hanya diikuti oeh 14 negara.

Tahun ini, IR ke-29 menargetkan lebih dari 1.500 peserta, terdiri dari pimpinan perusahaan asuransi dan reasuransi, regulator, investor, dan mitra industri dari dalam dan luar negeri.

Agenda Acara Indonesia Rendezvous 2025

Selama tiga hari penyelenggaraan, IR 2025 menampilkan serangkaian sesi utama, termasuk pidato dibuka dengan Bapak Budi Herawan, selaku Ketua AAUI, Bapak Ogi Prastomiyono Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK.

Berikut agenda lengkapnya

  • Hari Pertama: Gala Dinner dan sesi networking informal antara peserta dalam dan luar negeri.
  • Hari Kedua & Ketiga: Sesi konferensi utama dengan topik
    • Digitalisasi pada industri perasuransian guna mencapai profitabilitas
    • Sinergitas Ekosistem finansial Perasuransian
    • Perkembangan indsutri reasuransi
  • Hari Terakhir: Breakout session forum:
    • Forum CFO (membahas regulasi keuangan dan pelaporan)
    • Forum Direktur Teknik (membahas underwriting dan klaim)
    • Forum Manajemen Risiko, dan Kepatuhan
    • Forum CEO
  • Dan diakhiri dengan Executive Gathering yang mengumpulkan panelis: Ogi Prastomiyono (Anggota Dewan Komisioner OJK (2022–2027) Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun),  Muliaman D. Hadad (Vice Chairman of Supervisory Board), Suwandi (Direktur Eksekutif Surveilans, Data, dan Pemeriksaan Asuransi), Ahmad Irsan A. Moeis (Kepala Pusat Pembiayaan Kesehatan, Kementerian Kesehatan).

Dari Indonesia Rendezvous ini telah tersampaikan beberapa aspirasi dari industri khususnya:

  1. POJK 23 tahun 2023 mengenai minimum ekuitas pada perusahaan asuransi dan reasuransi;
  2. Rancangan SEOJK mengenai Kelompok Perusahaan Perasuransian berdasarkan Ekuitas (KPPE);
  3. Penerapan PSAK 117 dan dampaknya terhadap pemenuhan ekuitas;
  4. Implementasi kepatuhan perusahaan asuransi terkait keagenan;
  5. Tantangan asuransi kesehatan diantara para pemangku kepentingan;
  6. Pentingnya peran aktuaria dalam perusahaan asuransi terkait teknikal pricing yang mencerminkan risiko sebenarnya dalam menjaga profitabilitas industri asuransi.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) merupakan organisasi yang menaungi seluruh perusahaan asuransi umum di Indonesia. AAUI berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme, memperkuat tata kelola industri, serta memperluas peran strategis asuransi dalam pembangunan ekonomi nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah, regulator, dan mitra internasional. (kanalbali/RLS)

 

Apa Komentar Anda?