DENPASAR, kanalbali.id– Beberapa hari terakhir, masyarakat Pulau Bali di beberapa titik mengeluhkan kesulitan memperoleh BBM, khususnya jenis Pertamax, diantaranya Jimbaran dan Badung.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyatakan, kendala utama distribusi saat ini disebabkan kendala cuaca dari kapal pengangkut BBM ke supply point Jimbaran dan Badung di Terminal BBM Sanggaran.
Pemkab Buleleng Raih UHC Award 2026, Sinergi Multi Pihak Dongkrak Keaktifan BPJS Kesehatan
Sebagai mitigasi, saat ini Pertamina Patra Niaga melaksanakan alih suplai ke Terminal BBM Manggis.
“Dengan adanya alternatif ini semoga keadaan semakin membaik menuju distribusi normal,” terang Ahad.
Budaya Produktif di Era Digital
Selanjutnya Ahad menyampaikan, kapal pengangkut BBM akan sandar estimasi Kamis (13/11) untuk Terminal BBM Sanggaran dengan muatan 2000 KL Pertamax dan estimasi Jumat (14/11) akan sandar untuk Terminal BBM Manggis dengan muatan 9000 KL Pertamax.
Menjelang ASO Tahap 2, Kementerian Kominfo Dorong Percepatan Pengadaan Set Top Box Gratis
“Paralel menunggu stok kapal, akan disalurkan 200 KL Pertamax (100 KL dari Terminal BBM Sanggaran dan 100 KL alih suplai dari Terminal BBM Manggis). Selain itu, di sisi teknis lapangan, Terminal BBM beroperasi 24 jam untuk menjamin pasokan di Pulau Bali dan sekitarnya aman,” tutup Ahad.
Pertamina Patra Niaga mengimbau kepada masyarakat yang menemukan pelanggaran dan ketidaknyamanan di SPBU silahkan dapat memberikan informasi ke Pertamina Contact Center 135 (Call Center Pertamina).
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) komitmen kelancaran distribusi energi ke seluruh pelosok negeri. Segala upaya proaktif dan mitigasi dilaksanakan agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Hal ini salah satunya terlihat dari mitigasi kendala distribusi di Bali.
Pertamina Patra Niaga laksanakan alih suplai dari Terminal BBM terdekat dan pastikan suplai BBM ke SPBU dengan prioritas pengiriman dalam rangka mewujudkan kelancaran distribusi BBM di Pulau Dewata. (kanalbali/RLS)


