BULELENG, kanalbali.id – Peristiwa longsor terjadi di tebing proyek pembangunan Tower Turyapada di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.
Dalam longsor itu, menimpa rumah serta warung milik warga. Akibat kejadian tersebut, kerusakan ditaksir mencapai Rp 35 juta dan pemilik rumah terpaksa mengungsi.
“Nilai kerusakan ditaksir sebesar Rp 35 juta, termasuk kerusakan berat,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, saat dikonfirmasi Selasa (13/1).
Ia mengatakan peristiwa longsor terjadi pada Minggu (11/1) sekitar pukul 19.00 WITA. Namun, kejadian tersebut baru dilaporkan ke BPBD pada Selasa (13/1).
“Telah dilaksanakan assessment dan penyerahan bantuan darurat di lokasi longsor yang menimpa rumah dan warung,” imbuhnya.
Kemudian, dari hasil asesmen BPBD, longsor berasal dari tebing proyek Tower Turyapada yang tidak diperkuat dengan senderan. Tebing tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter dengan tinggi mencapai 10 meter.
Material longsoran kemudian menimpa rumah dan warung milik warga bernama Kadek Ribek, yang beralamat di Banjar Dinas Amertasari, Desa Pegayaman. Bangunan yang terdampak longsor memiliki ukuran sekitar 15 meter dengan lebar 8 meter, dan saat ini telah mengungsi sementara.
“Saat ini pemilik rumah mengungsi ke rumah saudaranya,” jelasnya.
Kemudian, untuk penanganan awal, BPBD Kabupaten Buleleng telah menyalurkan bantuan darurat kepada korban longsor. Bantuan itu, meliputi satu paket sembako, satu paket perlengkapan kebersihan, satu paket sandang, satu lembar matras, dan satu lembar selimut. (kanalbali/KAD)


