Lewat Lagu Bali “Basang Seduk? Mai Makan!”, Mr. Rayen Ajak Dukung UMKM Kuliner Lokal

Mr Rayen dengan anak perempuannya, Omang Verly - IST
Mr Rayen dengan anak perempuannya, Omang Verly - IST

NEGARA, JEMBRANA – Musisi asal Jembrana, Bali, Mr. Rayen kembali merilis lagu terbarunya berjudul “Basang Seduk? Mai Makan!”.

Lagu berbahasa Bali ini kembali mempertemukan Rayen dengan anak perempuannya, Omang Verly, yang sebelumnya juga telah beberapa kali berduet dalam karya-karya musik Bali.

Mr. Rayen dikenal sebagai musisi Bali yang konsisten berkarya dengan berbagai tema sosial dan kehidupan sehari-hari. Sejumlah lagu yang pernah dirilis dan mendapat perhatian publik antara lain “Tresna Butuh Materi”, “Omang Sayang”, “Demi Iluh”, hingga ‘Gek Ayu Sayang’.

Lagu “Tresna Butuh Materi” yang dibawakan bersama Omang Verly bahkan sempat viral dan banyak dibicarakan di media sosial. Juga, lagu hingga ‘Mamak Pesu, Bapak Cemburu’, yang telah ditonton lebih dari satu juta orang di YouTube.

Berbeda dari lagu pada umumnya, “Basang Seduk? Mai Makan!” secara khusus mengangkat ajakan untuk mendukung UMKM kuliner lokal dan makanan khas Bali, yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Rayen menyebut, lagu ini lahir dari pengalaman sederhana keluarga mereka yang dekat dengan makanan-makanan lokal.

“Lagu ini tercipta karena beberapa makanan yg jadi favorit dan langganan kami di Denpasar. Tujuannya, mensupport makanan khas Bali, karena tema lagu makanan sepertinya sesuai juga dengan umur Verly,” ujar Rayen, Jumat (30/1/2026).

Kolaborasi ayah dan anak ini juga menyimpan makna personal. Bagi Rayen, duet bersama Omang Verly bukan sekadar bermusik, tetapi proses tumbuh bersama.

“Momen paling personal saat menyanyikan lagu ini, ketika saya bisa melihat perkembangan Verly dalam menyanyi. Mental dan jiwa profesional sebagai penyanyi dalam dirinya semakin tumbuh,” katanya.

Antusiasme Omang Verly menjadi kekuatan tersendiri dalam proses kreatif. Rayen mengungkapkan bahwa setiap proyek lagu selalu disambut penuh semangat oleh putrinya.

“Reaksi Verly tentu happy, dia selalu antusias kalau sudah menggarap lagu baru, apalagi tema lagunya berbeda dari lagu lainnya,” ungkap Rayen.

Meski demikian, Rayen tidak menampik adanya tantangan selama proses rekaman. Namun suasana kekeluargaan membuat semuanya terasa ringan.

“Setiap rekaman pasti ada tantangan tersendiri, tapi karena happy kami jadi asyik-asyik aja,” ujarnya.

Sebagai musisi asal Jembrana, Rayen juga menyinggung pengalaman tampil di berbagai kota. Ia menyebut, identitas daerah justru semakin dikenal setelah sering tampil di luar Bali Barat.

“Banyak yang mengira kami bukan asli Negara, awalnya. Tapi setelah sering tampil di luar kota, mereka baru tahu Mr. Rayen dan Omang Verly berasal dari Negara, Jembrana,” jelasnya.

Lewat lagu ini, Rayen berharap musik bisa menjadi medium sederhana namun efektif untuk mengajak masyarakat kembali mencintai dan mendukung UMKM kuliner lokal Bali.

“Lebih pada melestarikan dan mempromosikan makanan khas Bali lewat lagu,” katanya.

Bagi Rayen, kolaborasi ini juga menjadi warisan kenangan berharga bagi Omang Verly di masa depan.

“Pada akhirnya Verly akan dewasa, setidaknya dia punya memori yg luar biasa bersama ayahnya. Apalagi duet lagu Bali ayah dan anak saat ini di Bali baru kami saja. Pasti banyak pengalaman, asah mental dan keberanian dia saat berada di panggung. Tentunya ini akan menjadi bekal Omang Verly untuk menekuni dunia musik ke arah yg lebih serius lagi,” tutup Rayen.

Melalui “Basang Seduk? Mai Makan!”, Mr. Rayen dan Omang Verly berharap musik Bali tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ajakan nyata untuk mendukung warung lokal dan UMKM kuliner Bali agar tetap lestari. (kanalbali/AWJ)

Apa Komentar Anda?