Pusat Keuangan Indonesia di Bali: Cikal bakal pengembangan family office?

Made Arya Suartana - IST
Made Arya Suartana - IST
  • Rencana Pembangunan KEK Keuangan di Bali masih belum sepenuhnya terbuka
  • Ada kemungkinan KEK keuangan menjadi cikal bakal Family Office
  • Family Office di Singapura dapat menjadi model yang berhasil

oleh: Made Arya Suartana, Praktisi Perpajakan, blikadek.arya@gmail.com

 GEGAP gempita pembangunan KEK Keuangan di Bali yang digadang-gadang akan menjadi Pusat Keuangan Internasional telah mendapat respon luas dari banyak kalangan, mulai dari yang pro maupun yang kontra.

Tanggapan dari banyak tokoh dengan beragam keahlian memberikan insight yang lebih komprehensif untuk memahami rencana pengembangan Pusat Keuangan Internasional ini.

Terlepas dari pro dan kontra tersebut, apa yang sebetulnya akan dibangun di kawasan Kura-Kura Bali tersebut masih banyak selubung misteri.

Sebuah pusat keuangan akan kompetitif bila sekurang-kurangnya menyediakan ekosistem keuangan komprehensif, mencakup perbankan (investasi, korporat, privat), pasar modal (ekuitas/utang), asuransi, pengelolaan kekayaan dan aset, serta produk inovasi keuangan termasuk ekonomi kreatif di bidang teknologi finansial (fintech) dan aset digital serta kripto.

Kegiatan jasa keuangan utama yang ada di pusat keuangan diantaranya (1) Perbankan, yang meliputi layanan perbankan investasi, perbankan korporasi dan privat. Perbankan privat menyediakan layanan pengelolaan kekayaan individu kaya atau super kaya.

(2) Pasar Modal (capital markets) yang menjadi fasilitas untuk penerbitan dan perdagangan ekuitas, instrumen utang (obligasi), serta derivatif.

(3) Pengelolaan Aset dan Kekayaan (asset & wealth management) dengan layanan jasa manajemen investasi, dana investasi, dan perencanaan kekayaan untuk klien global.

(4) Asuransi dan Reasuransi. Menampung perusahaan asuransi internasional dan perusahaan reasuransi.

(5) Fintech dan Inovasi. Ekosistem inovasi keuangan mencakup inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital dan aset kripto. (6) Jasa Profesional Pendukung, seperti Firma hukum internasional, konsultan manajemen, konsultan pajak, konsultan hukum, profesional family office dan perusahaan audit yang mendukung transaksi keuangan.

Sebuah negara yang ingin membangun pusat keuangan yang dapat diterima secara internasional akan membentuk pengaturan khusus untuk menyesuaikan dengan praktik internasional, seperti UAE membangun Dubai International Finance Center (DIFC) yang beroperasi dengan membentuk regulator independen dengan sistem hukum common law Inggris.

Bila memahami pusat keuangan yang menyediakan jasa keuangan mengelola kekayaan individu kaya atau super kaya secara profesional, maka ingatan terpantik pada isu family office yang pernah ramai diperbincangkan secara Nasional.

Apa itu family office?

Family office adalah firma penasihat manajemen kekayaan pribadi yang khusus dirancang untuk melayani individu dengan kekayaan sangat tinggi. Family office tidak sekedar tentang manajemen aset, namun mereka juga menyediakan rangkaian layanan holistik yang bertujuan untuk pelestarian dan pertumbuhan kekayaan jangka panjang lintas generasi.

Tujuan dari family office bersifat multifaset, mencakup manajemen investasi, perencanaan keuangan, tata kelola keluarga, filantropi, serta berbagai tugas administratif untuk mempermudah pengelolaan kekayaan.

Fungsi inti sebuah family office adalah mengelola portofolio investasi keluarga. Ini mencakup aset tradisional seperti saham dan obligasi, tetapi juga investasi alternatif seperti ekuitas swasta, produk derivatif, hedge fund, aset bergerak seperti kendaraan mewah, kapal pesiar, karya seni, aset digital, aset kripto, serta aset tetap berbagai rupa real estat.

Family office membantu dalam perencanaan masa depan keuangan keluarga, termasuk manajemen arus kas, penilaian risiko keuangan, dan alokasi aset strategis. Membangun dan mempertahankan struktur tata kelola keluarga sangat penting.

Ini melibatkan pembuatan konstitusi keluarga, pembentukan dewan keluarga, dan pengelolaan transfer kekayaan antar-generasi, memastikan bahwa kekayaan tetap terjaga melalui berbagai generasi keluarga.

Banyak family office yang mengelola kegiatan filantropi keluarga, menyelaraskan tujuan amal dengan nilai dan aspirasi warisan keluarga secara keseluruhan. Ini dapat mencakup pendirian dana amal, yayasan, dan struktur lainnya untuk memfasilitasi pemberian amal yang efektif.

Family office juga menangani berbagai tugas administratif seperti masalah hukum, perencanaan pajak, dan layanan kepatuhan pada hukum yang berlaku. Mereka memastikan bahwa semua aktivitas keuangan dilakukan dalam kerangka hukum dan memperoleh manfaat dari skenario pajak yang optimal.

Bagaimana penerapan family office di negara lain?

Negara terdekat yang telah cukup lama menerapkan model family office adalah Singapura. Singapura sampai dengan akhir 2020 telah memiliki 400-an entitas family office. Menurut Otoritas Moneter Singapura (MAS), jumlah single-family office telah mencapai lebih dari 2000 entitas pada akhir tahun 2024.

Peningkatan pesat sampai 43% dari tahun sebelumnya jumlah family office ini sejalan dengan tren migrasi masuk bersih individu berpenghasilan tinggi akibat kebijakan insentif pajak, stabilitas politik serta ekosistem keuangan yang lengkap dan stabil.

Hongkong telah memiliki 1.400-an entitas family office. Beberapa negara lain yang juga telah mengadopsi penerapan family office diantaranya Amerika Serikat, Swiss, Inggris, Australia, China, dan Uni Emirat Arab yang mengembangkan di Abu Dhabi dan Dubai.

Singapura menerapkan family office dalam 2 model yaitu Single Family Office (SFO) dan Multi-Family Office (MFO). Beberapa perbedaan keduanya terletak pada fitur-fitur layanan.

Fitur

Single Family Office (SFO)

Multi-Family Office (MFO)

Cakupan layanan

Didekasikan untuk kebutuhan satu keluarga

Mengelola aset beberapa keluarga

kustomisasi

Menawarkan solusi yang didesain sesuai kebutuhan spesifik keluarga

Menyediakan beragam layanan yang mungkin tidak sepersonalisasi SFO

Biaya operasional

Lebih tinggi karena ekslusivitas dan personalisasi layanan

Lebih rendah karena sumber daya bersama dan skala ekonomi

Kontrol dan privasi

Tinggi

Kurang karena melibatkan beberapa keluarga

Peluang investasi

Pilihan investasi yg lebih fokus berdasarkan preferensi keluarga

Jangkauan peluang investasi lebih luas dan akses lebih besar ke pengetahuan ahli

 

Singapura memperkuat ekosistem keuangannya dengan mengembangkan sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri keuangan. Pada tahun 2003 Singapura mendirikan Wealth Management Institute (WMI) yang berkomitmen untuk membangun kemampuan berinvestasi untuk masa depan yang lebih baik.

Didirikan oleh Government of Singapore Investment Corporation (GIC) dan Temasek, visinya adalah menjadi pusat keunggulan Asia untuk pendidikan dan penelitian manajemen kekayaan dan aset. WMI telah ditunjuk sebagai penyedia pelatihan utama untuk Perbankan Swasta Singapura melalui Institute of Banking and Finance Singapore (IBF) dan didukung oleh Monetary Authority of Singapore (MAS).

Pada tahun 2020 WMI memulai program sertifikasi pertama untuk profesional family office. WMI membangun platform jejaring family office yang dinamai The Global-Asia Family Office Circle, yang bertujuan membangun sebuah lingkungan terpercaya untuk komunitas family office sebagai wadah kebersamaan berbagi pengetahuan dan memperoleh manfaat wawasan terkini.

WMI menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan profesional pendukung ekosistem keuangan dengan bekerjasama bersama kampus-kampus Singapura bereputasi global. Beberapa program WMI.

Yakni, (1) Master of Science in Asset & Wealth Management, (2) Pendidikan dan Pelatihan Profesi, diantaranya dalam bidang Investing and Asset Management, Certificate in Introduction to ESG Advisory. ESG Advisory adalah layanan konsultasi profesional yang membantu perusahaan mengintegrasikan prinsip Environmental (Lingkungan), Social (Sosial), dan Governance (Tata Kelola) ke dalam strategi dan operasional bisnis mereka.

Pendidikan dan pelatihan profesi lainnya yang diselenggarakan meliputi Advanced Diploma in Investment and Wealth Management, Private Banking, Certified Family Office Practitioner, Trust Services, Philanthropy, Compliance, Risk & Governance.

WMI juga menyelenggarakan program Advanced Diploma in Finance and Markets, yaitu diploma lanjutan di bidang keuangan dan pasar modal yang dirancang khusus untuk membantu profesional senior dan pemimpin regulator keuangan atau bank sentral Asia untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian mereka di bidang-bidang inti dan terdepan di bidang keuangan, agar dapat menavigasi dengan lebih baik lanskap pasar keuangan global yang terus berkembang. Program ini terdiri dari modul-modul yang dipimpin oleh akademisi dan praktisi senior bidang keuangan. Program juga menjadi media pertukaran praktik terbaik antar yurisdiksi.

Singapura berhasil mengembangkan family office menjadi matang dalam waktu relatif cepat dan menjadi tujuan keluarga super kaya dari Asia Tenggara, India, China, Hongkong, Taiwan, berkat dukungan beberapa kondisi internal Singapura.

1. Manajemen pengelolaan kekayaan dan aset

Singapura telah lama terkenal sebagai pusat keuangan dan profesional regional yang kuat untuk berinvestasi di Asia. Terdapat lebih dari 200 Bank yang diantaranya >40 bank swasta dan >50 perusahaan trust. Terdapat >900 perusahaan pengelola dana dengan >600 penasehat finansial. Terdapat >300 perusahaan asuransi dengan >90 pialang asuransi.

2. Family Office Incorporation

Ketersediaan rangkaian layanan profesional lengkap untuk mengelola kebutuhan unik keluarga super kaya mulai dari perencanaan hingga operasionalisasi untuk family office.

3. Peluang Investasi

Memanfaatkan perkembangan pesat perusahaan-perusahaan start-up di Singapura untuk tetap menjadi yang terdepan dalam tren dan berinvestasi pada industri yang sedang naik daun. Terdapat >30 Lembaga Penelitian dan Lembaga Pendidikan Tinggi, >3.600 start-up teknologi, >150 pemodal ventura dan angel investor, dan >190 inkubator dan akselerator.

4. Filantropi

Memberikan peluang mencapai tujuan ESG pribadi dan meningkatkan dampak sosial bersama lanskap filantropi Singapura yang dinamis. Terdapat banyak peneliti dan mitra riset, yayasan, penasehat dana pendonor, jaringan dan asosiasi, dan yayasan nirlaba.

5. Jejaring dan komunitas

Terhubung ke jaringan family office untuk bertukar ide dan menjelajahi peluang bisnis. Terdapat institute wealth management dan jejaring family office Global dan Asia.

Banyak hal yang harus disiapkan Pemerintah untuk mencapai tujuan pengembangan family office yang matang. Namun, arah strategi mengadopsi family office dalam kerangka pendalaman industri keuangan serta magnet investasi asing patut diapresiasi. ( kanalbali/IST )

Apa Komentar Anda?