JEMBRANA, kanalbali.id – Terjadinya abrasi pantai menggerus kawasan Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi di Banjar Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, dari BPBD Jembrana, pada Kamis (21/5) abrasi di lokasi tersebut diketahui sudah sering terjadi dan kondisi paling parah terjadi pada bulan Desember 2025.
“Berdasarkan hasil asesmen lapangan, abrasi di lokasi tersebut diketahui sudah sering terjadi dan kondisi paling parah terjadi pada bulan Desember 2025,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Kamis (21/5).
Ia mengatakan, tanggul pelindung pantai di kawasan pura jebol sepanjang sekitar 72,7 meter. Selain merusak tanggul, abrasi juga menyebabkan dua bangunan di dekat tanggul rusak pada bagian bawah akibat tergerus ombak.
Luncurkan Single Anak Indonesia, Tanah Air Project Band Sampaikan Pesan Nasionalisme Buat Anak Muda
“Terdapat dua bangunan didekat tanggul yang mengalami kerusakan pada bagian bawah bangunan akibat tergerus abrasi,” imbuhnya.
Kendati demikian, bangunan utama Pura Rambut Siwi dipastikan masih dalam kondisi aman karena berada di posisi lebih tinggi dari titik abrasi.
“Jarak antara tanggul dengan pura sekitar 19 meter dengan tinggi tanggul kurang lebih 2 meter,” ujarnya.
BPBD Jembrana mengingatkan abrasi masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu, terutama saat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi melanda pesisir Bali. Karena itu, tanggul yang rusak dinilai perlu segera diperbaiki untuk mencegah kerusakan lebih luas di kawasan pura.
“Oleh sebab itu, tanggul yang mengalami kerusakan perlu segera dilakukan perbaikan guna mencegah kerusakan yang lebih besar dan menjaga keamanan kawasan sekitar pura,” ujarnya.
Agus menyampaikan, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Bali sebelumnya telah dua kali melakukan pengecekan ke lokasi abrasi.
“Saat ini pengempon (pengurus) pura masih menunggu tindak lanjut perbaikan tanggul oleh BWS,” ujarnya. ( kanalbali/RLS )


