Dihadiri Menkop, Rieke Diah Pitaloka Luncurkan Koperasi Laskar Juang Indonesia

Acara peluncuran Koperasi Laskar Junag Indonesia di Sanur, Bali - IST
Acara peluncuran Koperasi Laskar Junag Indonesia di Sanur, Bali - IST

DENPASAR, kanalbali,id = Politisi PDI Perjuangan  Rieke Diah Pitaloka selaku Ketua Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia melakukan  peluncuran Koperasi itu secara nasional. Ia menyebut, lembaga yang dipimpinnya bukan sekedar badan usaha.

“Hari ini adalah peluncuran sebuah gerakan. Sebuah gerakan yang berangkat dari keyakinan bahwa rakyat Indonesia harus menjadi subjek pembangunan ekonomi, bukan sekedar penonton di negeri sendiri,” kata Rieke di Sanur, Kota Denpasar, Bali, Jumat (5/6) malam

Dalam acara yang dihadiri Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, Rieke mengatakan, gerakan tersebut merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali cita-cita besar bangsa sebagaimana diwariskan oleh Bapak Bangsa Indonesia, Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

“Bung Karno menegaskan, bahwa koperasi bukan hanya organisasi ekonomi, koperasi adalah sekolah gotong royong, sekolah solidaritas, sekolah persaudaraan, dan sekolah kemanusiaan,” ujarnya.

“Bung Karno mengingatkan, bahwa tujuan besar Bangsa Indonesia bukan membentuk manusia yang hidup sendiri-sendiri, melainkan membentuk insan masyarakat yang sadar bahwa dirinya adalah bagian dari kehidupan bersama,” lanjutnya.

Ia menegaskan, koperasi bukan semata alat mencari keuntungan, melainkan alat perjuangan untuk membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berkepribadian Indonesia.

“Atas dasar itulah, Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia didirikan. Koperasi ini lahir bukan untuk memperkaya segelintir orang, koperasi ini lahir untuk memperkuat rakyat, koperasi ini lahir untuk membangun kekuatan ekonomi yang bertumpu pada gotong royong, kepemilikan bersama, dan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Sementara  Ferry Juliantono, berharap kedepannya koperasi di Indonesia bisa mendorong industri busana dalam negeri, sehingga kedepannya bisa mengurangi bahan pakaian impor masuk ke Indonesia.

Menteri Ferry juga mengatakan, selamat kepada Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka yang sekaligus sebagai Ketua Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia.

“Selamat atas kepengurusan dari Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia dan serta seluruh jajaran pengurus,” kata dia.

Ia menyebutkan, koperasi seperti yang disampaikan dalam sambutan Rieke Diah Pitaloka, bahwa koperasi itu sebenarnya harus bergerak di sektor produksi, sektor distribusi, sektor industri dan sektor perkreditan dan lain sebagainya.

Dalam acara yang dirangkaikan dengan Pelantikan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Provinsi Bali itu, Ferry berharap APPMI Bali yang mewadahi para perancang busana untuk memajukan industri fashion.

Ia membayangkan kegiatan menggunakan pakaian busana yang berbahan baku kain bisa dihasilkan dengan kain yang dihasilkan dengan memproduksi sendiri.

“Dan tadi kita lihat (fashion show APPMI Bali) luar biasa. Dan, lebih jauh daripada itu juga, mungkin sekarang bahan kapas-nya, kalau bisa kita tanam sendiri di tanah-tanah di Indonesia. Dan itu sebenarnya harapannya (dari) Koperasi Nasional Laskar Juang ini,” sebutnya.

“Saya mendorong sekiranya bisa melakukan inisiatif pembukaan lahan perkebunan kapas-kapas dan juga produksi kain, garmen dan seterusnya,” lanjutnya.

Ia menyatakan, meskipun saat ini dirinya masih mendengar kalau pewarna tekstil itu sebagian masih menggunakan
bahan baku impor. Tetapi, kedepannya bisa memproduksi dalam negeri sendiri lewat koperasi.

“Tetapi di luar pewarna. Saya rasa kita sudah yakin bisa melaksanakan dari kegiatan produksi dalam negeri dan koperasi bisa melakukan itu. Koperasi bisa punya kebun
kapasnya, koperasi bisa punya pabrik tekstilnya, koperasi bisa punya pabrik garmen-nya,” jelasnya.

Ia menilai, koperasi mempunyai kemampuan untuk itu dan salah satunya seperti Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) yang mempunyai pabrik tekstil dan pabrik garment.

“Kita berhadapan dengan maraknya kain impor yang masuk ke Indonesia, pakaian impor, pakaian bekas impor juga masuk ke Indonesia, itulah perjuangan yang tidak
ringan dan perjuangan menegakkan ekonomi, menegakkan koperasi harus berbarengan dengan perjuangan untuk kita mengurangi impor pakaian, pakaian bekas, kemudian bahan baku benang, kapas yang dari impor,” jelasnya.

Ia menegaskan, perjuangan kemandirian koperasi adalah perjuangan yang sesuai dengan ekonomi Pancasila, untuk bisa membangun atau memproduksi bahan sendiri.

“Dan bukan hanya penggunaan pakaian tradisional. Tetapi juga kita harus bisa mampu memproduksi bahan kain, benang, dan perkebunan kapas-nya dilakukan, diproduksi oleh kita sendiri bisa melalui badan usaha koperasi dan kami Kementrian Koperasi akan mendorong sekiranya itu bisa dilakukan,” ujarnya. ( kanalbali/KAD )

Apa Komentar Anda?